logo


Kasus Andi Arief: Hantaman Keras Bagi Kubu Koalisi

Dalam penangkapan, diketahui Andi Arief juga sedang bersama seorang wanita dan ditemukan alat kontrasepsi setelah dilakukan penggeledahan.

6 Maret 2019 14:22 WIB

Sementara harus berada dibalik jeruji menunggu keputusan
Sementara harus berada dibalik jeruji menunggu keputusan
dibaca 560 x

Andi Arief kembali berulah, kali ini bukan dalam urusan politik melainkan hukum. Andi Arief salah satu politikus Partai Demokrat terbukti menggunakan Sabu, setelah ditangkap oleh aparat Kepolisian di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, pada 3 Maret 2019 lalu.

Dalam penangkapan diketahui Andi Arief juga sedang bersama seorang wanita, dan ditemukan alat kontrasepsi setelah dilakukan penggeledahan. Bukan hanya sebagai durian busuk yang runtuh bagi pribadi Andi Arief, melainkan pukulan telak bagi Partai Demokrat dalam kontestasi Pemilu 2019.

Berbagai kontoversi yang dihasilkan oleh Andi Arief selama ini dapat dibilang kandas, dengan mengisyaratkan kemenangan bagi para oposisinya. Sebut saja, beberapa tokoh publik Mahfud MD dan Faizal Assegaf yang cukup intens bersiteru dengannya selama ini.

Tak hanya itu, Partai Demokrat tentu juga terkena dampak yang lumayan dahsyat dari adanya kasus tersebut. Tentunya akan menimbulkan stigma maupun persepsi publik terhadap keberadaan Partai Demokrat sebagai salah satu opsi pilihan dalam Pemilu 2019.


Pengamat Nilai Kasus Andi Arief Jadi Amunisi Pendukung Jokowi-Ma'ruf

Terlebih, akan mempengaruhi para kelompok swing voter dalam kontestasi yang lebih panas yaitu Pilpres 2019. Ibaratnya Partai Demokrat akan sulit menampakkan muka dalam upaya mengkampanyekan Capres-Cawapres koalisinya yaitu Prabowo-Sandiaga Uno.

Jelas-jelasnya, baik Demokrat maupun BPN perlu menyusun strategi lebih lanjut untuk menghindari keterkaitan kasus tersebut dalam konteks Pilpres 2019. Jika tidak, susah payahnya kampanye yang dilakukan dalam kurang lebih 2 bulan terakhir akan kandas oleh seorang pribadi fenomenal yaitu Andi Arief semata.

Diluar daripada itu, kasus yang kerap menyeret para tokoh politik tentu menjadi residen buruk bagi sistem demokrasi Indonesia. Kualitas demokrasi suatu negara dapat dilihat melalui tingkat partisipasi masyarakatnya, dan bagaimana bisa menyuarakan untuk tidak melakukan Golput jika para tokoh politiknya minim akan kualitas yang diinginkan rakyat itu sendiri.

Ditulis oleh: Diarga Maulana Satrio

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Kasus Andi Arief Siapa Diuntungkan?

Halaman: 
Admin :