logo


Resmikan Proyek Listrik Baru dan Sumur Bor Air Tanah di Sarolangun, Jonan: Yang Penting adalah..

Jonan mengatakan bahwa sekarang listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat

4 Maret 2019 20:06 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Minggu (3/3) kemarin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sarolangun, Jambi untuk meresmikan proyek infrastruktur listrik baru dan sumur bor air tanah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Minggu (3/3) kemarin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sarolangun, Jambi untuk meresmikan proyek infrastruktur listrik baru dan sumur bor air tanah. Dok. KESDM

SAROLANGUN, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Minggu (3/3) kemarin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sarolangun, Jambi untuk meresmikan proyek infrastruktur listrik baru dan sumur bor air tanah.

Peresmian tersebut dipusatkan di lokasi Gardu Induk Sarolangun di Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Turut hadir dalam acara peresmian tersebut antara lain Gubernur Jambi, Fachrori Umar; Bupati Sarolangun, Cek Endra; Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil; dan, Plt. Komisaris Utama PT PLN (Persero), Ilya Avianti.

Infrastruktur kelistrikan yang diresmikan terdiri dari Gardu Induk 150 kV Sarolangun, Transmisi 150 kV Muara Bulian-Sarolangun, Gardu Induk 150 kV Sungai Penuh dan Transmisi 150 kV Bangko-Merangin-Sungai Penuh. Sedangkan sumur bor air tanah yang diresmikan berada di 6 kabupaten yaitu Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tebo, Bungo, dan Merangin.


TKDN Industri Migas 2019 Diharapkan Capai…

Panjang transmisi 150 kV Muara Bulian-Sarolangun yaitu 83,6 kms dan terdiri dari 245 tower yang bertujuan untuk menyalurkan tenaga listrik dari beberapa pembangkit yang ada seperti PLTG Batang Hari, PLTG Payo Selincah, dan PLTG CNG Sungai Gelam sehingga dapat didistribusikan kepada masyarakat di Kabupaten Sarolangun dan sekitarnya.

Sedangkan panjang transmisi 150 kV Bangko-Merangin-Sungai Penuh yaitu 137,7 kms dengan 432 tower yang bertujuan untuk memperluas penyediaan tenaga listrik kepada masyarakat di Kabupaten Merangin, Kerinci, Kota Sungai Penuh dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Jonan mengatakan bahwa sekarang listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, sehingga semua daerah harus bisa menikmati listrik tanpa terkecuali.

"Jadi, 4 infrastruktur yang kita resmikan itu merupakan bagian dari sistem kelistrikan trans Sumatera. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini jaringan listrik trans Sumatera akan selesai. Jadi listrik yang bisa dinikmati semua wilayah di Sumatera akan sama, baik di Sumsel, Lampung, Jambi akan sama," ungkap Jonan.

Jonan menambahkan bahwa rasio elektrifikasi nasional akhir tahun lalu sebesar 98,3%, dan tahun 2019 ditargetnya mencapai 99,9%.

"Tentunya di Provinsi Jambi juga bisa mencapai itu," tambahnya.

Dalam menyediakan tarif listrik, sambung Jonan, Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan supply listrik saja tetapi harganya harus terjangkau.

"Pemerintah memperhatikan daya beli masyarakat. Yang penting adalah listriknya ada dan tarifnya terjangkau. Makanya sampai hari ini Pemerintah tidak mempertimbangkan kenaikan tarif listrik. Bahkan mulai bulan ini pelanggan PLN 900 VA tarifnya dikurangi dari Rp 1.352 per kWh menjadi Rp 1.300 kWh," tambah Jonan.

Luhut Jamin Nasib Buruh Lokal di Blok Rokan

Halaman: 
Penulis : Riana