logo


Marak Mafia Pengoplos, Bulog Segera Evaluasi Operasi Pasar

Sistem penyaluran beras melalui tiga cara yakni lewat pasar induk beras, PD Pasar Jaya, dan satgas.

23 Februari 2015 11:12 WIB

Beras oplosan kembali marak di pasaran
Beras oplosan kembali marak di pasaran

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Maraknya praktek pengoplos beras, membuat Perum Bulog gerah. Lembaga itu pun akan segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi pasar beras Bulog dan menindak apabila terjadi pelanggaran.

Direktur Utama Bulog Lenny Sugihat mengatakan, evaluasi operasi pasar sudah dilakukan sejak awal pekan ini. Dan berdasarkan pantauan di lapangan, pada umumnya masyarakat membeli antara dua sampai empat kantong beras yang masing-masing dikemas dalam ukuran lima kilogram.

"Kami akan lihar sampai akhir februari, apabila diperlukan maka akan akan dilanjutkan sampai menjelang panen raya yang jatuh pada Maret," katanya di Jakarta, Senin (23/2).


Mentan Operasi Pasar Pangan Murah dan Blacklist 56 Importir Bawang Putih Nakal

Menurutnya, sistem penyaluran beras melalui tiga cara yakni lewat food station atau pasar induk beras, PD Pasar Jaya, dan satgas. Sejak Desember 2014, atas instruksi Kementerian Perdagangan, Bulog telah mengadakan operasi beras untuk menstabilkan harga. Dari Desember 2014 sampai Januari 2015, Bulog telah mengeluarkan beras sebanyak 75 ribu ton di wilayah Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

Dengan jumlah tersebut, menurut Lenny seharusnya tidak ada kenaikan harga. Pemerintah juga telah menentukan harga beras bagi konsumen yakni sebesar Rp. 7400 per kilogram. Lenny menegaskan bahwa, setiap satgas yang telah menyelesaikan tugas harus memberi laporan.
 
"Kita harus hitung jumlah beras yang terjual dengan uang yang diterima harus sesuai, karena uang ini akan langsung masuk ke kas negara," ujar Lenny.

Sejauh ini operasi pasar beras baru dilakukan di wilayah Jakarta, Depok, Taangerang, dan Bekasi. Karena daerah tersebut merupakan konsumen beras tertinggi. Sedangkan di daerah, harga beras cenderung stabil dan penyalurannya tidak bermasalah.

Lenny menyatakan, mendukung rencana pemerintah untuk melakukan audit terhadap sistem distribusi beras. Menurutnya indikasi tindakan mengoplos beras tidak diperbolehkan karena menipu masyarakat.

Buwas Ungkap Kejahatan Bantuan Pangan Non-Tunai

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid