logo


KESDM: Tambang Emas yang Longsor di Bolaang, Ilegal

Menurut Agung, penertiban tambang ilegal menjadi wewenang Pemerintah Daerah (Pemda).

28 Februari 2019 08:46 WIB

Ilustrasi Tambang Emas Ilegal
Ilustrasi Tambang Emas Ilegal kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, tambang emas di Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara (Sulut) yang longsor merupakan tambang ilegal yang operasikan masyarakat.

"Tambang emas di Sulawesi Utara yang longsor itu ilegal," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, di Jakarta, Rabu (27/2).

Menurut Agung, penertiban tambang ilegal menjadi wewenang Pemerintah Daerah (Pemda).


Resmikan Jargas di Kabupaten Bogor, Jonan: Ini Bahan Bakar Murah, Aman dan Ramah Lingkungan

Bahkan, tiga bulan sebelum peristiwa longsor terjadi instansinya telah melayangkan surat ke Pemda dan pihak keamanan untuk menertibkan penambangan ilegal di wilayah tersebut.

"Tiga bulan lalu Kami sudah megirimkan surat ke pemerintah daerah dan pihak keamanan," tutur Agung.

Lebih jauh, Agung pun mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Menurutnya, untuk ke depannya harus ada penertiban yang lebih masif agar perisitwa serupa tidak terulang kembali.

"Saya ucapkan dukacita untuk keluarga korban longsor tambang emas di Sulawesi Utara," tukas dia.

Sebagai informasi, tambang emas longsor Selasa (26/2/) malam. Berdasarkan keterangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Manado, yang disampaikan pejabat Humas Basarnas Manado, Ferry Ariyanto, Rabu (27/2), informasi dugaan 60 korban tertimbun longsor itu didapat dari warga dan penambang yang selamat.

2018, Penerimaan BLU ESDM Naik 383%

Halaman: 
Penulis : Riana