logo


Resmikan Jargas di Kabupaten Bogor, Jonan: Ini Bahan Bakar Murah, Aman dan Ramah Lingkungan

Pembangunan Jargas untuk Kabupaten Bogor ini merupakan kali kedua, dimana yang pertama diberikan pada tahun 2012 yang telah dibangun 4.000 SR.

27 Februari 2019 12:32 WIB

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, kembali meresmikan  5.120 sambungan rumah (SR) jargas di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, rabu (27/2).
Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, kembali meresmikan 5.120 sambungan rumah (SR) jargas di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, rabu (27/2). Dok. KESDM

BOGOR, JITUNEWS.COM - Setelah meresmikan jaringan gas bumi (jargas) Kota di Kota Tarakan dan Bontang, Kalimantan Timur, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, kembali meresmikan 5.120 sambungan rumah (SR) jargas di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, rabu (27/2).

“Tujuan Pemerintah membangun jaringan gas untuk rumah tangga adalah, pertama untuk menyediakan energi atau bahan bakar yang bisa digunakan secara terus-menerus oleh masyarakat. Jadi kalau membeli elpiji tabung elpiji 3 kg atau yang 5 kg, atau yang 12 kg itu kadang kalau malam habis dan tokonya tutup juga tidak bisa (memasak), kalau (pakai jargas) ini bisa, jadi setiap saat itu ada,” ujar Jonan, mengawali sambutannya saat sesaat sebelum meresmikan Jargas di Kabupaten Bogor, Rabu (27/2).

Tujuan yang kedua membangun jargas, sambung Jonan, adalah memberikan sumber energi yang lebih murah untuk masyarakat.


Soal Pembangkit Listrik Tenaga Bambu, Begini Kata Arcandra

“Menggunakan tabung elpiji 3 kg yang harganya lebih murah, beda mungkin sekitar 20%, atau penghematannya tergantung besar kecilnya pemakaiannya, mungkin bisa Rp 20.000, Rp 30.000 per bulan, tapi kalau menggunakan LPG yang non subsidi bedanya bisa Rp 100.000 per bulan, jadi ini menurut saya lebih hemat,” lanjut Jonan.

Jonan melanjutkan, tujuan ketiga adalah mengurangi impor penggunaan LPG.

Pembangunan Jargas untuk Kabupaten Bogor ini merupakan kali kedua, dimana yang pertama diberikan pada tahun 2012 yang telah dibangun 4.000 SR.

Selanjutnya, dengan dana APBN tahun 2018, Pemerintah menugaskan PT PGN untuk membangun jargas di Kecamatan Cibinong dan Bojong Gede, yang meliputi Puri Nirwana 3 (1.268 SR), Gaperi (1.636 SR), Bojong Gede Baru (928 SR), Puspa Raya (550 SR), dan Sukahati (738 SR). Dengan demikian, saat ini sebanyak 9.120 rumah tangga di wilayah ini telah teraliri gas bumi.

Pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga di Provinsi Jawa Barat cukup berkembang dengan pesat, karena jaringan pipa gas yang cukup bagus serta dukungan pemerintah daerah yang sangat besar. Pada tahap pengoperasian, PGN akan memanfaatkan sumber gas berasal dari PT Pertamina EP, dengan volume mencapai 0,2 MMSCFD.

Yeay! PLN Mulai Nyalakan Listrik New Yogyakarta International Airport

Halaman: 
Penulis : Riana