logo


“Sudahlah Mempermasalahkan Doa Bunda Neno Warisman, Rakyat Butuh…”

Hendri menilai, tidak ada yang salah dengan doa Neno Warisman

27 Februari 2019 11:40 WIB

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio.
Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kontroversi doa “Perang Badar” yang disampaikan Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto–Sandiaga Uno, Neno Warisman, mendapat tanggapan dari Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

Hendri menilai, tidak ada yang salah dengan doa Neno Warisman yang disampaikannya pada saat pembacaan puisi Munajat 212 di Monumen Nasional (Monas).

“Tidak ada doa yang tidak baik. Jadi gak perlu mempermasalahkan doa, apalagi yang diajarkan Rasulullah," ujarnya di Jakarta, Rabu (27/2).


Waduh! Sandiaga Uno Mengaku Capek dan Kangen Istri, Tapi...

Lebih jauh, Hendri justru meminta agar kontroversi doa tersebut untuk segera disudahi. Pasalnya, tidak lama lagi pesta demokrasi lima tahunan akan segera dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

“Menurut saya sudahlah mempermasalahkan doa Bunda Neno Warisman,” tuturnya.

Hendri menyebut bahwa masyarakat saat ini lebih membutuhkan gagasan-gagasan nyata yang ditawarkan oleh peserta pemilu

“Rakyat butuh langkah nyata gagasan apa yang ditawarkan. Bukan terus bermain-main dengan diksi-diksi yang menjadi gimmick politik," pungkasnya.

Sri Mulyani Komentari Janji Jokowi Soal Dana Desa Rp 400 Triliun, "Masih Mungkin Bisa Dipenuhi"

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana