logo


Kuatkan Kebijakan Energi, KESDM Gelar The 30th Meeting of the APEC Expert Group on EGEDA

Pertemuan ini merupakan pertemuan berkala yang dihadiri oleh para statistisi dan analis kebijakan perwakilan dari 21 negara anggota APEC.

26 Februari 2019 15:13 WIB

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial, saat membuka The 30th Meeting of the APEC Expert Group on Energy Data and Analysis (EGEDA) di Nusa Dua, Bali
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial, saat membuka The 30th Meeting of the APEC Expert Group on Energy Data and Analysis (EGEDA) di Nusa Dua, Bali Dok. KESDM

BALI, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) bersama Asia Pasific Economic Countries (APEC) menyelenggarakan The 30th Meeting of the APEC Expert Group on Energy Data and Analysis (EGEDA) di Nusa Dua, Bali, pada tanggal 26 - 28 Februari 2019.

Pertemuan ini merupakan pertemuan berkala yang dihadiri oleh para statistisi dan analis kebijakan perwakilan dari 21 negara anggota APEC.

EGEDA merupakan grup ahli data energi di bawah APEC Energy Working Group (EWG) yang bertanggung jawab untuk memberikan masukan atas kebijakan yang relevan kepada APEC dan masyarakat luas melalui pengumpulan data energi anggota APEC serta mengelola basis data energi APEC melalui badan koordinasi (coordinating agency) dan mengelola The Energy Statistics and Training Office (ESTO-APERC).


Fantastis! Bangun PLTU Cilacap Ekspansi 1, Ternyata PLN Gelontorkan Dana…

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial, dalam sambutannya saat membuka pertemuan EGEDA mengatakan bahwa forum ini sangat penting dalam upaya sinkronisasi data dan informasi bidang energi antara negara-negara anggota APEC.

"Kementerian ESDM sangat mengedepankan data yang akurat dan transparan, karena hal ini merupakan dasar untuk menguatkan kebijakan energi. Pertemuan ini memiliki peranan penting dalam berbagi pengalaman untuk mengumpulkan data," ujar Ego.

Dalam kesempatan yang sama APERC Senior Vice President, EGEDA Chair James Kendell menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan memberikan data yang akurat untuk penguatan analisis pada keamanan energi, efisiensi energi, energi berkelanjutan serta ketahanan energi.

Hal ini sejalan dengan tujuan dari EGEDA yaitu dapat mempertemukan kebutuhan data yang didukung oleh teknologi internet.

Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian ESDM sebagai clearing house data sektor ESDM berusaha menginisiasi kebutuhan tersebut, di mana tugas dan fungsinya mencakup pengelolaan data sektor, penyiapan data sektor untuk organisasi internasional seperti Joint Organization Data Initiatives (JODI), dan APEC.

Pusdatin melakukan pengumpulan data dari unit-unit di lingkungan KESDM serta stakeholder terkait, kemudian melakukan pengolahan hingga pengiriman data dimaksud kepada badan koordinasi (coordinating agency) yaitu APERC.

"Saya mengapresiasi kerja keras dari APERC dalam memotivasi dan mengawasi pengumpulan data. Saya berharap kita akan dapat terus bekerja sama, baik dalam meningkatkan analisis data energi, maupun berbagi pengalaman," pungkas Ego.

Keren, Bank Sampah Binaan PLN Bisa Hasilkan Rp 950 Juta!

Halaman: 
Penulis : Riana