logo


Jika Tak Ada Inovasi, Akan Ada Pengangguran yang Tinggi 10 Tahun ke Depan

Nasir menyatakan, kalangan milenial nanti akan menghadapi persaingan pekerjaan yang lebih ketat dibandingkan saat ini.

26 Februari 2019 13:00 WIB

Menristekdikti Mohamad Nasir
Menristekdikti Mohamad Nasir Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

BADUNG, JITUNEWS.COM – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir, menyampaikan, para peneliti, termasuk peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) di Bali untuk menciptakan inovasi yang dapat bermanfaat bagi kalangan milenial, karena diperkirakan saat ini sampai tiga puluh tahun ke depan, Indonesia akan didominasi oleh kalangan milenial yang membutuhkan lapangan kerja sesuai inovasi di masa depan.

“50 persen penduduk dunia saat ini berada di bawah usia 30 tahun. Bagaimana persepsi kalangan milenial melihat dunia?,” ungkap Menristekdikti, saat membuka Forum Kelitbangan 2019 Kabupaten Badung bersama Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, di Kompleks Kantor Bupati di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali, belum lama ini.

Nasir menyatakan, kalangan milenial nanti akan menghadapi persaingan pekerjaan yang lebih ketat dibandingkan saat ini. Apabila Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang) dan Balitbangda di Bali dan di Indonesia tidak mampu menciptakan inovasi, akan ada pengangguran yang tinggi sekitar 10 tahun ke depan.


Harteknas 2019, Menristekdikti: Semua Inovasi Daerah Harus Dihidupkan

“Kalau tidak diantisipasi dengan seksama, ini problem betul bagi negara ini. Bonus demografi harus dimanfaatkan dengan baik, dimana pada 2031 sampai 2045, angkatan kerjanya Indonesia semakin lebih besar daripada usia anak dan tua,” ungkap Nasir.

Menristekdikti menyampaikan, inovasi yang dapat dimanfaatkan kalangan milenial saat ini sudah mulai menggerakkan perekonomian Indonesia, seperti inovasi yang dilakukan para unicorn di Indonesia, seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Kemudian, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, menyatakan, dirinya sudah mempersiapkan kalangan milenial untuk banyak belajar dari inovasi di luar negeri.

“Anak kami, kami berikan beasiswa hingga ke luar negeri. Ada yang kuliah di Belanda, di Inggris, di Australia. Harapan kami, setelah selesai pendidikan, mereka kembali ke Badung ini. Sumber daya manusia inilah yang akan meningkatkan peluang (bagi Badung),” ungkapnya.

 

Dalam Dua Tahun, Kemenristekdikti Targetkan Dapat Mengakresditasi 7.000 Jurnal

Halaman: 
Penulis : Riana