logo


Program Serasi Jadikan Kalsel Lumbung Padi Nasional

Implementasi program Serasi di Kalsel mencapai 250.000 hektare.

26 Februari 2019 10:17 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. setkab.go.id

KALSEL, JITUNEWS.COM - Program Selamatkan Rawa Sejahterakan petani (Serasi) yang menyasar peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas Pertanaman Padi di lahan rawa Kalimantan Selatan berjalan dengan sukses.

Di sana, berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan menunjukan implementasi program Serasi mencapai 250.000 hektare.

Angka itu terdiri dari Kabupaten Tapin 35.000 hektare, Kabupaten Hulu Sungai Utara 20.000 hektare, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 30.000 hektare, Kabupaten Tanah Laut seluas 30.000 hektare, Kabupaten Banjar seluas 35.000 hektare dan Kabupaten Barito Kuala seluas 100.000 hektare.


Biar Harga Jagung Tetap Stabil, Begini Imbauan Kementan

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus menggarap ratusan ribu hektare lahan rawa dan pasang surut yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Garapan ini masuk pada rencana jangka panjang program Serasi

"Nah, dengan Serasi kita harus mencoba menerapkan teknologi baru, yang semua pendekatannya menggunakan teknologi. Sebab tanpa teknologi kita tidak akan bisa bersaing dengan negara lain," kata Amran, Senin (25/2).

Menurut dia, teknologi yang dimaksud meliputi proses pembibitan, perawatan sampai proses masa panen dengan menggunakan combine harvester atau alat canggih yang bisa memanen padi dengan sistem dam waktu yang cepat.

"Dulu kalau panen 1 hektare butuh 25 hari. Tari kita bisa lihat panen hari ini hanya butuh waktu 3 jam. Ini artinya kita mampu menekan biaya operasional sampai 40 persen. itulah yang kami kembangkan, pertanian tradisional kita transformasikan jadi pertanian moderen," katanya.

Amran menjelaskan, saat ini ada lebih dari 10 juta hektare potensi lahan tidur dan petani tidur yang perlu dibangunkan pemerintah. Luasan lahan itu akan dijadikan lahan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan para petani.

"Kami juga sudah disiapkan benih yang cocok untuk lahan rawa dan pasang surut yang kita teliti selama 2 tahun. namanya benih infara 2 dan infara 3. Benih ini mampu menghasilkan produksinya 6 ton. artinya apa pendapatan petani bisa meningkat 500 persen. Inilah mimpi besar kita yang sudah menjadi kenyataan," katanya.

Biar Dapat Pupuk Gratis, Kementan Syaratkan Petani Miliki Kartu Ini…

Halaman: 
Penulis : Riana