logo


Cashwagon, Platform Fintech yang Bisa Ungkap dan Tindak Pelaku Penipuan

Sistem AI Cashwagon bisa mendeteksi skema kejahatan penipu dan telah menyerahkan kasus ini ke kepolisian

25 Februari 2019 18:46 WIB

Asri Anjarsari, selaku CEO PT Kas Wagon Indonesia yang mengoperasikan platform Cashwagon
Asri Anjarsari, selaku CEO PT Kas Wagon Indonesia yang mengoperasikan platform Cashwagon ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Popularitas platform fintech yang sedang naik daun bisa membuat celah seseorang untuk melakukan tindak kriminal penipuan. Ya, mereka bisa mencoba mengajukan pinjaman dengan menggunakan data orang lain.

Namun jangan khawatir, kini hal tersebut dideteksi dengan baik oleh sistem pengajuan bertajuk Cashwagon.

Asri Anjarsari, selaku CEO PT Kas Wagon Indonesia yang mengoperasikan platform Cashwagon, mengungkapkan, sistem Cashwagon terdiri dari AI (Artificial Intelligent), Machine Learning, dan Big Data ini menemukan aplikasi mencurigakan yang dilakukan sindikat untuk menipu.


Masyarakat Antusias Ramaikan Pameran Otomotif Surabaya

“Kasus yang kami temui ini sangat berbahaya karena mereka menggunakan data asli milik orang lain, sehingga reputasi orang tersebut bisa menjadi jelek nantinya,” kata Asri, dalam keterangannya, Senin (25/2).

"Sistem AI ini bisa mendeteksi skema kejahatan penipu dan telah menyerahkan kasus ini ke kepolisian," sambung Asri.

Menelusuri Penipu

Menurut sistem pemprosesan aplikasi Cashwagon diungkapkan bahwa pelaku penipuan mencoba untuk mengajukan pinjaman ke pemberi pinjaman menggunakan dokumen orang sungguhan yang bukan milik penipu. Sindikat penipu ini melakukan pinjaman dari berbagai perangkat dengan lokasi geografis yang berbeda-beda.

Berdasarkan jejak digital yang diperoleh, platform Cashwagon memungkinkan untuk melacak pola penjahat dan menetapkan identitas pelaku penipuan dan lokasi mereka.

Dalam kerja sama yang erat dengan polisi cybercrime, Cashwagon menghasilkan bukti kuat kasus penipuan ini. Rincian kasus dilindungi dari pengungkapan publik tetapi Cashwagon terus bekerja sama dengan polisi cybercrime Indonesia untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan menuntut penipu.

Dikatakan Asri, prioritas utama Cashwagon adalah keselamatan pelanggannya sehingga perusahaan melakukan segala upaya untuk melindungi mereka.

Menindak Penipu

Bertujuan untuk menjadi mitra yang handal dan konsisten, Cashwagon bertindak kuat untuk melindungi pelanggannya dan mencegah mereka dari penipuan. Betapapun kecilnya, kasus penipuan harus diproses oleh hukum.

Kerja sama yang erat dengan pihak kepolisian, dan kepatuhan ketat terhadap peraturan di Indonesia memungkinkan Cashwagon untuk menindak tegas kasus penipuan yang dilakukan oleh para penjahat dan sindikat penipuan.

Kebijakan anti-penipuan internal Cashwagon sepenuhnya dilakukan untuk mematuhi persyaratan OJK dan dirancang untuk memberikan layanan keuangan yang sehat dan dapat diandalkan kepada publik, melindungi kepentingan investor secara menyeluruh dan mencegah kejahatan.

“Kami akan terus melindungi pelanggan kami dan bekerja sama dengan polisi kejahatan dunia maya untuk memastikan keamanan pengembangan industri fintech,” jelas Asri.

Wajah Pameran Otomotif Menyuguhkan Kegembiraan

Halaman: 
Penulis : Riana