logo


HNW Komentari Ditolaknya Kampanye Sandi di Bali, "Seharusnya Pihak Jokowi....."

“Saya khawatir dan jika ini dibiarkan itu akan menghadirkan sesuatu yang tidak lagi demoktratis"

25 Februari 2019 13:18 WIB

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. mpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid angkat bicara terkait penolakan kampanye Sandiaga Uno di Banjar Dinas Pagi, Desa Senganan, Panebel, Tabanan, Bali.

Hidayat menilai persoalan ini adalah bagian yang sangat penting untuk dikritisi agar tidak menghadirkan sesuatu yang tidak lagi demokratis.

Baca Juga: Wow, Pihak Kepolisian Ungkap Vanessa Angel Masih 'Doyan' Lakukan Ini di Tahanan


Soal Hanya Takut Allah, HNW Sindir Jokowi, "Harusnya Dikesampingkan Seluruh Kepentingan Politiknya"

Novel Bamukmin Tegaskan Haram Hukumnya Pilih Dirinya di Pemilu 2019, Netizen: Astagfirullah....

“Saya khawatir dan jika ini dibiarkan itu akan menghadirkan sesuatu yang tidak lagi demokratis. Seolah-olah pemilu sudah selesai jadi kawasan siapa yang lain tidak boleh masuk,” ujar Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/2)

Menurutnya tidak perlu ada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah tidak perlu menggelontorkan dana apabila ujung-ujungnya ada pihak-pihak yang melarang kampanye salah satu calon peserta Pilpres 2019.

“Selama pak Sandiaga Uno memenuhi syarat dan perizinan yang diperlukan harusnya justru diberlakukan seperti di tempat yang lain, mereka datang kemudian dihormati bahwa pilihan berbeda ya, tidak ada masalah, tapi saling menghormati ini yang lebih penting,” tuturnya.

Kubu 02 Klaim Prabowo Sangat Hormati Kiai, Netizen Bilang "Kiai FPI, HTI, Alumni 212...."

“Seharusnya pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf menegur jangan sampai kemudian terjadi pembelahan semacam ini, kalau ini kemudian terjadi balas-membalas jadi apa Indonesia,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Hidayat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan hal semacam itu, BPN akan tetap menghormati siapapun yang akan melakukan kampanye termasuk dari pasangan Jokowi-Maruf.

“Saya menegaskan bahwa pihak BPN, dari pihak Prabowo tidak akan melakukan hal semacam ini. Kita akan tetap menghormati siapapun yang akan melakukan kampanye, pilihan boleh berbeda tapi nggak perlu saling menolak dan melarang. Bahkan kalau beliau datang di sebuah komunitas mendukung Prabowo ya silahkan,” pungkasnya.

HNW Komentari Soal Politisasi Agama, "Misalnya Mengesankan Jadi Imam, Siap Tes Baca Al-Quran"

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata