logo


Mantap! Jepang Bidik Kerjasama Sawit dan Pasarkan Pisang Indonesia

Nuryanti mengatakan, teknologi pembangkit energi bebas limbah dan berbahan baku sawit ini rencananya akan dipresentasikan tim konsorsium Jepang

25 Februari 2019 09:24 WIB

Buah pisang.
Buah pisang. JITUNEWS/Johdan A.A.P

Potensi Pasar Tepung Pisang

Nuryanti melanjutkan, Indonesia juga mendapat angin segar, terutama pada sektor investasi agribisnis pisang. Hal ini seperti uang terlihat pada kunjungan manajemen Joint Company Research Institute yang diwakili Kato Yosuke.

"Kedatangan Kato bermaksud untuk memperoleh informasi investasi di Indonesia, khususnya pada bidang hortikultura. Kato memerlukan lahan untuk membudidayakan tanaman pisang kepok dan juga mendirikan pabrik pengolahan tepung pisang dengan kapasitas produksi 10 ton/bulan," ujar Nuryanti.

Untuk itu, kata dia, kapasitas produksi tepung tersebut setifaknya diperlukan pisang segar sebanyak 50 hingga 60 ton/bulan. Nantinya, tepung pisang ini akan diekspor ke Jepang.


Mentan Lepas Ekspor Manggis ke Tiongkok dan Beri Bantuan ke 10 Ribu Petani Milenial

"Izin ekspor tepung pisang asal Indonesia ke Jepang sufah kami peroleh, sehingga rencana investasi ini akan memperluas akses pasar produk tepung pisang asal Indonesia ke Jepang," katanya.

Selain akan berinvestasi untuk agribisnis pisang kepok, Kato juga mencari sumber produksi tepung tapioka dari Indonesia. Menurut dia, tepung tapioka ini digunakan sebagai bahan baku minuman bernilai tinggi di Jepang.

Lebih jauh, Kato menanyakan perihal perijinan dan mekanisme kepemilikan lahan bagi investor asing di Indonesia.

"Semua pertanyaan itu dijelaskan oleh Attani bahwa untuk penanaman modal asing di subsektor hortikultura maksimal 30 persen dari total nilai investasi. Untuk itu, Kato harus mempunyai partner usaha di Indonesia," katanya.

Berdasarkan laporan Attani, kebutuhan data dan informasi yang diperlukan bagi Kato terkait rencana investasi tersebut, antara lain, kriteria lahan, mengingat ekspor produk tepung pisang ke Jepang harus punya akses yang baik ke pelabuhan ekspor baik udara maupun perairan.

"Oleh karena itu, kami meminta data dukung yang lengkap dari pihak Kato untuk disampaikan kepada Kementerian Pertanian guna menjembatani rencana investasi tersebut," pungkasnya.

Sekedar diketahui, dalam penjelasanya Kato menyebut alasan Joint Company Research Institute berimvestasi adalah karena perusahaan agribisnis ini sangat berpengalaman dalam memasarkan dan mendistribusikan tepung pisang organik 100 persen yang bebas gluten dengan brand Bana Slim.

"Dengan berinvestasi di Indonesia, kita berharap ke depan dapat memenuhi permintaan impor tepung pisang dengan produk yang memenuhi standar kualitas dan peraturan pelabelan di Jepang," tutup Nuryanti.

 

Biar Harga Jagung Tetap Stabil, Begini Imbauan Kementan

Halaman: 
Penulis : Riana