logo


Bela Neno dari Tuduhan Ancaman Tuhan, Ustad Sani: Petahana Beraninya Sama Neno, Senang Serang Perempuan

"Itu kan doa, di mana umat Islam minta dimenangkan Allah agar keluar dari potensi dan ancaman diskriminatif"

23 Februari 2019 20:42 WIB

Neno Warisman
Neno Warisman Instagram @nenowarismanofficial

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Binjai, Ustad Sani Abdul Fatah membela Neno Warisman atas tuduhan mengancam Tuhan saat membacakan puisi 'Munajat 212' di acara Malam Munajat 212 di Monas (21/2) lalu.

Menurut Sani, doa mengancam Tuhan merupakan tafsir liar yang sengaja diarahkan oleh pendukung petahana untuk merusak keberhasilan acara Malam Munajat 212.

Baca Juga: Menko Luhut Komentari Puisi Neno, "Kata Gus Dur, Tuhan Tuh Gak Perlu Dilindungi"


Pendiri PAN Sebut Neno Mengultimatum Allah, "Diluar 212, Termasuk NU, Muhammadiyah Masuk Kategori Kafir"

Forum Alumni UIN Minta Ketua MUI DKI Jakarta Dicopot, "MUI Harus Bersih dari Kepentingan Politik"

"Menurut hemat kami, mencari kesalahan pada acara Munajat 212 kemarin adalah ciri-ciri orang yang panik dan takut kalah. Mereka mencari apa saja untuk bisa dijadikan sasaran tembak, walaupun tak ada kesalahan," ucap Sani.

"Itu pendukung petahanan beraninya sama Neno. Nampaknya pendukung sebelah memang senangnya menyerang perempuan," jelas Sani yang Jitunews lansir dari rmol.co (23/2).

Lebih lanut, Aktifis Satgas Anti Narkoba (SAN) ini juga mengatakan doa di dalam puisi tersebut sama sekali tidak ada yang salah.

Wapres JK Buka Suara Terkait Puisi Neno, "Saya Kira Keliru"

"Itu kan doa, di mana umat Islam minta dimenangkan Allah agar keluar dari potensi dan ancaman diskriminatif. Ini kok tafsirnya malah mengatakan mengancam Tuhan," imbuhnya.

Wapres JK Buka Suara Terkait Puisi Neno, "Saya Kira Keliru"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata
 
×
×