logo


Menko Luhut Komentari Puisi Neno, "Kata Gus Dur, Tuhan Tuh Gak Perlu Dilindungi"

"Jangan berdoa ngancam Tuhan, lagi saya pikir enggak bener itu, kok Tuhan diancam"

23 Februari 2019 20:27 WIB

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengomentari puisi yang dibawakan oleh Neno Warisman di acara Malam Munajat 212 di Monas (21/2).

Menurut Menko Luhut, puisi yang berjudul 'Munajat 212' tersebut merupakan bentuk ancaman kepada Tuhan.

Baca Juga: Forum Alumni UIN Minta Ketua MUI DKI Jakarta Dicopot, "MUI Harus Bersih dari Kepentingan Politik"


Sebut Puisi Neno Potongan Doa Perang Badar, Ma'ruf Amin Bilang "Sama Aja Anggap Jokowi dan Saya Kafir"

Wapres JK Buka Suara Terkait Puisi Neno, "Saya Kira Keliru"

Ia menambahkan kisahnya yang diilhami saat bersama Presiden Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan Tuhan tidak perlu dilindungi.

"Jangan berdoa ngancam Tuhan, lagi saya pikir enggak bener itu, kok Tuhan diancam. Itu dulu saya tuh pernah bicara dengan Pak Gus Dur 'Pak Luhut Tuhan tuh enggak perlu dilindungi, yang perlu dilindungi adalah kita' itu Gus Dur yang ngomong, saya sahabat sama beliau," terang Luhut yang Jitunews kutip dari CNN Indonesia (23/2).

Sebelumnya, Neno mendapat kecaman dari masyarakat dan beberapa tokoh atas puisi tersebut. Hal ini dikarenakan puisi tersebut ada bentuk ancaman ke Tuhan.

Ketua MPR Nilai Ahmad Dhani Pejuang, Netizen Malah Bilang "Betul, Betul, Betul"

"Jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang kepada kami dan anak cucu kami. Jangan tinggalkan kami dan menangkan kami. Jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah kami khawatir tak ada lagi yang menyembah-Mu," ucap Neno.

Pendiri PAN Sebut Neno Mengultimatum Allah, "Diluar 212, Termasuk NU, Muhammadiyah Masuk Kategori Kafir"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata
 
×
×