logo


Salah Sedikit Saja, Kerokan Malah Berbahaya Bagi Kesehatan

Masih banyak orang Indonesia yang memilih kerokan untuk meredakan masuk angin.

23 Februari 2019 14:52 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perlu diketahui bahwa masuk angin yang sesungguhnya merupakan gejala dari serangan jantung disebut Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Ade Median Ambari, justru dapat diperparah jika dilakukan kerokan.

"Ini sebenarnya merupakan gejala pompa jantung yang terganggu," kata Ade dalam diskusi media bersama AstraZeneca, Jakarta.

Baca juga: Jika Kamu Ingin Memperpendek Umur, Minumlah Minuman Bersoda Tiap Hari


Tanpa Kamu Sadari, Makanan Ini Jadi Penyebab Utama Batu Ginjal

Dia menambahkan, gejala itu diawali dengan nyeri di ulu hati, badan terasa pegal, mual, dan muntah.

"Itu lah yang dikira masuk angin," tambah Ade.

Terhambatnya kinerja jantung disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat. Hal ini dapat memberi sensasi nyeri di bagian dada, pegal, sensasi kesemutan di lengan atas sampai tercekik.

Jika dibiarkan, kata dia, akan terjadi kondisi Sindrom Koroner Akut (SKA) di mana jantung kehilangan kemampuannya untuk bekerja. SKA adalah peristiwa terjadinya kematian otot jantung.

Kasus Corona Terus Meningkat, Perhatikan 3 Pantangan Ini Saat Bekerja di Kantor

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu
 
×
×