logo


Mentan Klaim Berhasil Kembangkan Bahan Bakar Biodisel B-100

Amran menjelaskan, bahan bakar B100 ini memiliki keunggulan jika diproduksi nantinya, yakni lebih efisien 40 persen dibanding bahan bakar fosil.

22 Februari 2019 14:37 WIB

katadata

SUKABUMI, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program penelitian berhasil mengembangkan bahan bakar Biodisel B-100 atau 100 persen Biosolar. Biodiesel B-100 adalah satu bahan bakar yang tidak lagi menggunakan minyak berbasis fosil tapi dari yang lebih terbarukan seperti jagung, kelapa sawit atau lainnya.

"Impian Indonesia ciptakan biodisel B100 dari CPO (Crude Palm Oil -red) berhasil terwujud. Bahan bakar yang berasal dari 100 persen CPO dengan rendemennya 87 persen ini masih terus dikembangkan. Semua tidak ada campuran," ungkap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat meninjau Balai Penilitian Tanaman Industri Penyegar, Badan Litbang Pertanian Kementan, tempat pembuatan B100 di Sukabumi, Kamis (21/2).

"B100 ini inovasi dari Badan Litbang Pertanian. Ingat ini B100 bukan B20 atau B30," sambungnya.

Amran menjelaskan, bahan bakar B100 ini memiliki keunggulan jika diproduksi nantinya yakni lebih efisien 40 persen dibanding bahan bakar fosil.

Dengan menggunakan bahan bakar fosil seperti solar, 1 liternya hanya dapat menempuh jarak 9,4 kilometer, sedangkan dengan menggunakan B-100 dimungkinkan menempuh jarak hingga 13 kilometer per liter.

Selain itu, penggunaan B100 diyakini akan lebih murah, ramah lingkungan, dan dapat mensejahterakan petani sawit, serta tentunya menghemat devisa. Karenanya, adanya B100 ini dipastikan dapat memperkuat ketahanan energi nasional.


Program Kementan Sejahterakan Petani Cabai Toli Toli

"Kita punya CPO 38 juta ton. Kita ekspor 34 juta ton. Bisa bayangkan kita bisa menghemat berapa triliun. Ini adalah energi masa depan indonesia," terang Amran.

Ke depan, lanjut Amran, B100 ini mungkin akan diproduksi untuk digunakan masyarakat umum. Namun demikian, hal ini membutuhkan waktu dan kerja keras dan bersama semua pihak. "Kita optimalkan CPO. Produksi CPO kita 46 juta per tahun. Kita yang mensuplai dunia," terang Amran.

Dukung Pertanian Presisi, Ini Kegiatan Utama Milik Kementan

Halaman: 
Penulis : Riana