logo


Arcandra: Nilai Ekonomi Sampah Bonus yang Patut Disyukuri

Arcandra menilai, kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Sampah hanyalah bonus semata.

22 Februari 2019 12:35 WIB

Petugas mengeruk sampah dengan menggunakan alat berat  di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Senin (3/10).
Petugas mengeruk sampah dengan menggunakan alat berat di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Senin (3/10). Jitunews/Miftahul Abrori

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut mendukung Gerakan Indonesia Bersih yang menjadi bagian dari Gerakan Revolusi Mental sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, dalam Rapat Kerja Nasional, Pusat dan Daerah Launching Gerakan Indonesia Bersih, Kamis (21/2) kemarin.

"Dukungan kami berupa implementasi program waste to energy. Meski begitu, penyelesaian sampah harus kita lihat dari sisi sampah itu beban (liability). Sampah bukanlah aset. Berlomba-lombalah untuk membersihkannya, bukan untuk mencari manfaat ekonomi darinya," kata Arcandra, di hadapan para peserta rekernas di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (21/2).


Repsol Temukan Cadangan Migas Besar di Blok Sakakemang, Arcandra: Alhamdulilah…

Arcandra menilai, kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Sampah hanyalah bonus semata.

"Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah bertujuan untuk membersihkan sampah itu sendiri. Nilai ekonomi dari listrik yang dihasilkan adalah bonus yang patut disyukuri," ungkapnya.

Dengan begitu, pengelolaan waste to energy, jelas Arcandra, dilihat dalam perspektif bagaimana sampah itu dibersihkan, bukan pada pandangan mendapatkan keuntungan (revenue) dari sampah karena akan diubah menjadi energi listrik.

Menteri ESDM: Manfaatkan Potensi Energi Masa Depan

Halaman: 
Penulis : Riana