logo


Peneliti LIPI Komentari Politisasi Agama dalam Pemilu 2019, "Seperti Cyber Jahiliyah Teori"

"Yang terjadi di media sosial itu lebih panas daripada realitas"

21 Februari 2019 10:45 WIB

Peneliti Senior LIPI, Ahmad Najib Burhani
Peneliti Senior LIPI, Ahmad Najib Burhani Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Najib Burhani menilai peran para pemimpin agama dan tokoh agama adalah salah satu elemen penting untuk menciptakan Pemilu Damai 2019.

Menurutnya hal ini dikarenakan peran para pemimpin agama dan tokoh agama dapat menurunkan tensi politik jelang pesta demokrasi itu dilangsungkan pada 17 April 2019 mendatang.

Baca Juga: Amien Rais Disindir Soal Penguasaan Lahan, Faldo: Bukan Turun dari Langit, Pak Amien Itu Orang Sepuh


HNW Komentari Soal Politisasi Agama, "Misalnya Mengesankan Jadi Imam, Siap Tes Baca Al-Quran"

Ngaku Difitnah dengan Akun Bodong, Ferdinand: Saya Gak Pernah Kritik Jokowi dengan Kalimat Seperti Itu

"Umpamanya secara teologi yang disebut sebagai velue holder pemegang nilai-nilai dan dan menjadi jembatan daripada budaya. Jadi persoalan sekarang adalah ulama atau pemimpin agama kadang-kadang menjadi pihak yang menggunakan identitas agama untuk menyerang masing-masing kubu dan menggunakan ini atau istilahnya mempolitisasi terhadap agama," ujar Ahmad Najib di Jakarta, Rabu (20/2).

Ahmad Najib menambahkan para politisi mengetahui bahwa ini adalah persoalan kekuasaan dan juga kepentingan. Namun, bagi umat yang dibawah itu kadang kala menganggap sebagai agama itu sendiri. Jadi mendukung 01 atau 02 dianggap sebagai perjuangan agama atau perjuangan Islam dan ini kemudian menjadi syarat atau rentan politisasi terhadap Pemilu.

Seperti, yang terjadi saat ini bukan sekedar Islam versus non muslim tetapi Islam dan yang lebih Islami atau antara kelompok yang misalnya santri milenial melawan santri tradisional dan sebagainya. Kemudian wacana ini menjadi sangat panas terutama terkait hoax di media sosial.

Putri Gusdur Prihatin dengan Politisasi Agama, "Berjihad Demi Agama Dimaknai....."

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata