logo


Ngaku Difitnah dengan Akun Bodong, Ferdinand: Saya Gak Pernah Kritik Jokowi dengan Kalimat Seperti Itu

Apapun ceritanya saya memang keras mengkritik Pak Jokowi, tapi saya tidak akan pernah mengkritik Pak Jokowi dengan kalimat seperti itu"

20 Februari 2019 15:25 WIB

Tim Komunikasi SBY, Ferdinand Hutahaean
Tim Komunikasi SBY, Ferdinand Hutahaean Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mendapat serangan fitnah dari akun bodong yang mengatasnamakan dirinya di media sosial Twitter.

Hal tersebut berawal ketika akun Denny Siregar menanyakan kebenaran cuitan akun @Ferdinand_Haean yang menyebut kata tidak pantas untuk Presiden Indonesia.

Baca Juga: Putri Gusdur Prihatin dengan Politisasi Agama, "Berjihad Demi Agama Dimaknai....."


Komentari Gabungnya Ahok ke PDIP, Ferdinand Sebut "Ahok Tidak Membawa Manfaat, Justru Berpotensi Konflik"

Ma'ruf Amin Sebut Warga Banten yang Tidak Pilih Dirinya Kelewatan, "Wong Banten Kok Gak Bisa Dipercaya..."

Ferdinand pun mengklarifikasi ke Denny Siregar bahwa akun tersebut bukan dirinya.

"Bukan bro..! Itu bukan saya. Usernamenya bukan nama saya. Monggo dilaporkan ke polisi. Saya dukung. Thanks bang Denny," tulis Ferdinand (20/2).

Kemudian, ia melalui akun resminya @FerdinandHaean_ membuat bantahan dan menyatakan jika dirinya memang pengkritik keras Jokowi, namun dia tidak akan pernah mengkritik dengan kata-kata kasar.

Prabowo Digugat Rp1,5 Triliun oleh Harjo, Netizen Bilang "Enggak Tahu yang Digugat Singa?"

"Apapun ceritanya saya memang keras mengkritik Pak Jokowi, tapi saya tidak akan pernah mengkritik Pak Jokowi dengan kalimat seperti itu. Bahwa beliau presiden yang sah di negara ini, kita hormati sebagai presiden. Tapi bukan berarti kita menghormatinya terus kita tidak bisa ganti, tentu boleh diganti secara demokratis," jelasnya.

"Semoga hantu-hantu penebar fitnah atas nama diri saya segera bertobat sebelum dirinya menjadi korba....!!" tulisnya.  

JK Sebut Prabowo Jujur, Ferdinand Bilang "Ini Realita, Inilah Bedanya Negarawan...."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata