logo


Putri Gusdur Prihatin dengan Politisasi Agama, "Berjihad Demi Agama Dimaknai....."

"Sementara sentimen masyarakat yang seperti itu, justru dimanfaatkan oleh elite politik"

20 Februari 2019 14:36 WIB

Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang juga Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid.
Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang juga Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid. nu.or.id

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM - Putri Gusdur, Alissa Wahid mengaku prihatin dengan kondisi pra-Pilpres 2019. Pasalnya, mencuatnya isu agama yang digunakan untuk mendulang suara sedang ramai digencarkan.

Menurut Alissa, ia mengakui memang isu agama paling mudah dimanfaatkan untuk meningkatkan dukungan. Politisasi agama tersebut, lantas dijadikan pembenar keputusan politik tertentu dan dilawankan dengan kelompok lain yang berbeda.

Baca Juga: Ma'ruf Amin Sebut Warga Banten yang Tidak Pilih Dirinya Kelewatan, "Wong Banten Kok Gak Bisa Dipercaya..."


Fadli Zon Jawab Menag Lukman dan Putri Gusdur, "Itu Makelar Doa"

Prabowo Digugat Rp1,5 Triliun oleh Harjo, Netizen Bilang "Enggak Tahu yang Digugat Singa?"

"Itu yang disebut sebagai hate spin atau pelintiran kebencian," sebut Alissa kepada wartawan di Stasiun Tugu, Yogyakarta (19/2).

Kondisi seperti ini berbeda dengan zaman kakek buyut Alissa yang juga pendiri NU, Hasyim Asy'ari. Menurutnya, zaman dahulu agama dijadikan cara untuk menyelamatkan negara. Kalau saat ini, agama untuk merebut posisi atau jabatan presiden.

Lebih lanjut, ia mengatakan hal ini menjadi sempit hanya untuk memilih atau tidak memilih calon presiden tertentu. Sekarang, berjihad demi agama dimaknai berarti memilih kandidat tertentu. "Itu lho yang parah," jelasnya.

Sandi Ajak Masyarakat untuk Selfie dengan Hasil Pemungutan Suara, "Kita Harus Jaga Betul TPS-nya"

"Sekarang urusannya masih menang-kalah, begitu saja. Padahal siapa pun pemenangnya akan diikat oleh konstitusi. Tapi itu tidak dipahami, sehingga seakan-akan hidup-mati," tandasnya.

"Sementara sentimen masyarakat yang seperti itu, justru dimanfaatkan oleh elite politik. Siapa yang berdosa? Yang berdosa adalah elite politik yang memanfaatkan sentimen emosional warga yang belum cukup pendidikan politiknya," pungkasnya.

Putri Gusdur Komentari Ahmad Dhani yang Mengaku Gusdurian, "Saya Enggak Mau..."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata