logo


Ini Langkah Jitu Pemerintah Dongkrak Produksi dan Tutup Defisit Migas

Pada 2025, akan ada defisit minyak sebesar 1,39 juta BOPD dan defisit gas 2.837 MMSCFD.

20 Februari 2019 14:12 WIB

Direktur Utama Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf
Direktur Utama Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf SINDOnews/Anton Chrisbiyanto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Ikatan Alumni Teknik Geologi (IAGL) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga Direktur Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, mengungkapkan, defisit migas pada tahun 2050 akan makin besar, yakni mencapai angka 3,82 juta barel per hari (BOPD) minyak dan 24.398 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas.

Sedangkan, berdasarkan neraca sumber energi primer minyak dan gas bumi pada 2025, akan ada defisit minyak sebesar 1,39 juta BOPD dan defisit gas 2.837 MMSCFD.

Nanang membeberkan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan produksi dan menutup defisit tersebut. Langkah tersebut di antaranya adalah insentif untuk usaha-usaha eksplorasi sebagai antisipasi jangka panjang.


Ini Alasan Jonan Tunjuk Rida Mulyana Jadi Dirjen Ketenagalistrikan

Kemudian melakukan percepatan persetujuan rencana pengembangan dan rencana pengembangan lanjutan (PoD/PoFD) lapangan migas, secondary dan tertiary recovery project (EOR), dan pencarian migas di lapangan yang sudah tua.

"Selain itu perlu mendorong BUMN migas atau perusahaan energi nasional untuk mencari sumber energi di luar Indonesia," kata Nanang, di Jakarta, Selasa (19/2).

‘Naksir’ Blok Corridor, Medco Siap Bersaing dengan ConocoPhilips dan Pertamina

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×