logo


Revolusi Industri 4.0, KKP Dorong Sentra Budidaya Lele Berbasis Digital

Slamet berharap, ke depannya dapat terbentuk kampung-kampung digital baru dengan berbasis pada berbagai komoditas andalan daerah masing-masing.

20 Februari 2019 13:12 WIB

Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto (ketiga dari kanan), menghadiri kick off kampung sekaligus kawasan budidaya lele digital pertama di Indonesia, di Desa Krimun dan Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (19/2).
Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto (ketiga dari kanan), menghadiri kick off kampung sekaligus kawasan budidaya lele digital pertama di Indonesia, di Desa Krimun dan Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (19/2). ist

INDRAMAYU, JITUNEWS.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapresiasi inisiatif start up yang telah melakukan sebuah lompatan transformasi praktek budidaya ikan berbasis digital melalui program kampung perikanan digital di Desa Krimun dan Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Hal tersebut diungkap oleh Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat memberikan sambutan dalam kick off kampung sekaligus kawasan budidaya lele digital pertama di Indonesia tersebut, Selasa (19/2).

Slamet berharap, ke depannya dapat terbentuk kampung-kampung digital baru dengan berbasis pada berbagai komoditas andalan daerah masing-masing. Dengan begitu pembudidaya benar-benar siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang hangat.


KKP Jalin Koordinasi dengan Stakeholder Penerbangan, Tujuannya Ini

Ia yakin, lewat program itu masyarakat pembudidaya bisa memanfaatkan aplikasi digital untuk meningkatkan efisiensi usahanya sehingga pendapatan mereka meningkat.

“Digitalisasi di perikanan budidaya akan membuat nilai jual yang lebih tinggi, mendapatkan kepastian pasar, sarana dan prasarana usaha yang lebih efisien, kemudahan akses teknologi produksi yang pada akhirnya membuat usaha budidaya makin efisien sehingga pendapatannya pun bisa meningkat. Investasi pun dapat dilakukan secara online, prosesnya makin efektif. Ini merupakan bukti positif dampak industri 4.0,”ujarnya.

“Pembudidaya tinggal mengunduh aplikasinya di ponsel pintar miliknya, sehingga memudahkan mereka dalam mengatur waktu dan jumlah pemberian pakan ikan. Penggunaan authomatic feeder ini di sistem budidaya air tawar akan membuat penggunaan pakan lebih efisien sehingga nilai FCR dapat ditekan," imbuh Slamet, saat menyinggung fungsi alat pemberi pakan otomatis yang dikembangkan oleh eFishery, startup pengembang IoT di bidang Perikanan.

Ia pun meyakinkan bahwa komoditas lele saat ini semakin menjadi primadona, seiring dengan meningkatnya konsumsi ikan di masyarakat. selain itu, lele saat ini telah menjadi salah satu komoditas ekspor.

Namun demikian, Slamet mengingatkan bahwa masifnya pengembangan usaha budidaya ikan jangan sampai melupakan prinsip keberlanjutan. Semangat budidaya ramah lingkungan harus terus dikedepankan.

“Penataan kawasan budidaya seperti pengaturan IPAL (instalasi pengolahan air limbah-red), sirkulasi keluar masuk air untuk budidaya berkelanjutan harus benar-benar diimplementasikan,” tegasnya.

Ke depan, ia mengingatkan pentingnya membentuk koperasi bagi pembudidaya ikan guna memperkuat kelembagaan ekonomi pembudidaya dan dapat dimanfaatkan mengakses berbagai dukungan dari pemerintah dan lembaga lainnya.

KKP sendiri telah menyalurkan berbagai dukungan bagi pengembangan perikanan budidaya khususnya untuk mendukung kawasan minapolitan di Indramayu seperti excavator, rehabilitasi saluran irigasi budidaya, program pakan mandiri dan budidaya lele sistem bioflok.

"KKP akan memberikan bantuan excavator untuk rehab saluran irigasi dan penataan kawasan budidaya serta pembuatan IPAL kepada koperasi pembudidaya lele," pungkasnya.

Gaet Perum Perindo, KKP Komit Perkuat Sistem Logistik Perikanan

Halaman: 
Penulis : Riana