logo


Tingkat Kebutuhan CPO Tinggi, Pemanfaatan Biodiesel Dalam Negeri Terus Digenjot

Kapasitas pengolahan kelapa sawit mentah di Indonesia mencapai 38.320 ton per jam dari total 391 Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

19 Februari 2019 21:06 WIB

katadata

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia dinilai punya peluang besar dalam pengembangan bioenergi khususnya biodiesel. Kondisi ini mengingat sebaran pasokan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) cukup memadai.

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM mencatat, kapasitas pengolahan kelapa sawit mentah di Indonesia mencapai 38.320 ton per jam dari total 391 Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

"Bioenergi berbahan baku minyak kelapa sawit (crude oil palm/CPO) sangat potensial untuk terus dikembangkan di Indonesia. Setidaknya ada 391 PKS yang tersebar di wilayah Indonesia dengan tingkat produktivitas yang tinggi," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, di Jakarta, Selasa (19/2).


Program Pengembangan EBT Jokowi Dinilai Lebih Konkret

Sebaran PKS tersebut, rinci Agung, terdapat di regional Sumatera sebanyak 505 pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 22.905 ton per jam, Kalimantan memiliki 257 pabrik (13.989 ton/jam), Sulawesi 19 pabrik (890 ton/jam), Maluku dan Papua 8 pabrik (485 ton/jam) serta 2 pabrik (50 ton/jam) di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Agung menilai, potensi minyak kelapa sawit yang ada sejalan dengan upaya Pemerintah mempeluas kebijakan pemanfaatan bioenergi di semua sektor terutama sektor transportasi dan pertambangan, terutama untuk impelementasi mandatori Biodiesel sebesar 20% (B20) dalam Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Pemanfaataan Biodiesel menjadi salah satu mandatori yang harus dilaksanakan. Apalagi dari tahun ke tahun produksi CPO makin tinggi," ungkap Agung.

Perkuat Sub Holding Gas, PGN-Pertagas Rilis ‘The Gas’

Halaman: 
Penulis : Riana