logo


Peneliti Ekonomi Sebut Prabowo Menderita Xenophobia, "Ini Menyedihkan, Ironi..."

"Prabowo itu ya tidak relevan. Hanya ketakutan saja. Lebih ke nasionalisme sempit. Xenophobia"

19 Februari 2019 13:30 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Twitter @prabowo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peneliti ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Deni Friawan menyebut Prabowo Subianto mengidap xenophobia atau fobia terhadap orang atau hal-hal yang berhubungan dengan dunia luar.

Pasalnya, pernyataan Prabowo yang tidak relevan karena faktanya unicorn asal Indonesia tidak membawa dana lokal ke luar negeri. Justru sebaliknya, banyak pemodal asing yang masuk demi berinvestasi di unicorn karya anak negeri.

Baca Juga: Kamu Sering Gunakan Alarm untuk Bangun Tidur? Awas, Bisa Berpengaruh ke Otak


JK Komentari Niat Prabowo yang Ingin Pisahkan KLHK, "Begini Sejarahnya..."

Bandara Kertajati Disebut Monumen Oleh Prabowo, Menhub Budi: Kita Enggak Enak, Ini Bukan Inisiatif Pusat

"Ini menyedihkan, ironi. Kita, seluruh dunia itu bergerak ke arah sana. Revolusi 4.0 itu motor penggeraknya adalah unicorn," jelas Deni yang Jitunews lansir dari Media Indonesia (18/2).

"Jadi apa yang dikatakan Prabowo itu ya tidak relevan. Hanya ketakutan saja. Lebih ke nasionalisme sempit. Xenophobia," ungkap Deni.

Sebelumnya, pada debat kedua Prabowo khawatir akan adanya perdagangan daring atau e-commerce yang menurut Prabowo justru akan melarikan uang Indonesia ke luar negeri.

 

Bandara Kertajati Disebut Monumen Oleh Prabowo, Menhub Budi: Kita Enggak Enak, Ini Bukan Inisiatif Pusat

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata