logo


Kamu Sering Gunakan Alarm untuk Bangun Tidur? Awas, Bisa Berpengaruh ke Otak

Ahli Neurologi di Georgetown University Medical Centre, Washington, Amerika Serikat, dr. James Giordano mengatakan bunyi alarm yang keras akan mengaktifkan sistem saraf simpatik di otak

19 Februari 2019 12:09 WIB

ilustrasi
ilustrasi Istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Seberapa sering kamu menggunakan alarm untuk membangun dari tidur? Memang alarm menjadi solusi paling tepat untuk bagi kamu yang susah tidur.

Tetapi, menurut Ahli Neurologi di Georgetown University Medical Centre, Washington, Amerika Serikat, dr. James Giordano mengatakan bunyi alarm yang keras akan mengaktifkan sistem saraf simpatik di otak yang masih terlelap.

Baca Juga: Bandara Kertajati Disebut Monumen Oleh Prabowo, Menhub Budi: Kita Enggak Enak, Ini Bukan Inisiatif Pusat


Merapikan Tempat Tidur Setelah Bangun Tidur, Mulai Sekarang Jangan Lakukan Itu, Bahaya!

Dosen UI Sindir Jokowi, 'Bagi Sertifikat Tanah, Itu Namanya Kerja Rodi"

Seperti yang Jitunews kutip dari Jawapos.com (18/2), hal ini akan dibaca otak sebagai ancaman karena tubuh dipaksa bangun sebelum waktunya. Sehingga memaksa otak untuk memproduksi lebih banyak hormon stres kortisol dan adrenalin dari kondisi normal.

Efeknya, seseorang akan bangun dengan panik, grasak-grusuk, dan lebih stres. Bahkan parahnya akan membuat sakit kepala setelah bangun tidur.

Untuk mencegahnya, kamu bisa menyetel bunyi alarm yang tenang karena akan membuat otak bangun secara bertahap. Sehingga melepaskan hormon stres juga secara bertahap.

Petani Bawang Subkhan Temui Fadli Zon, "Pak Fadli Zon Akan Memonitor Kinerja Polri"

Dengan begitu, kamu akan bangun dari tidurmu dengan mood yang lebih baik karena tubuh sudah lebih siap menerima efek-efek hormon stres tersebut.

Mulut Kamu Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Awas, Bisa Jadi Kamu Alami Masalah Hati!

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata