logo


Program Pengembangan EBT Jokowi Dinilai Lebih Konkret

PLTB Sidrap menjadi contoh kongkret bahwa pemerintahan Jokowi sudah melakukan sesuatu yang besar terkait penyediaan energi sebanyak 35.000 MW

19 Februari 2019 09:43 WIB

Kincir Angin PLTB Sidrap
Kincir Angin PLTB Sidrap Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang dipaparkan Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), dalam debat capres Minggu (17/2) malam lalu dinilai lebih konkret.

CEO Belantara Indonesia, Agus Sari, mengatakan, program pengembangan EBT bagi Indonesia yang kaya dengan sumberdaya alam nonfosil kian nyata di era pemerintahan pertama Jokowi.

Tak hanya dengan diterbitkannya Perpres No 22/2017 tentang rencana umum energi nasional, tapi juga sudah berjalannya beberapa proyek energi terbarukan demi mencapai target kebutuhan listrik nasional sebesar 35.000 Megawatt (MW).

Salah satunya, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap yang telah beroperasi sejak Juli 2018. Terletak di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), sebanyak 30 wind turbine generator (WTG) yang berada di lahan seluas 100 hektar, PLTD itu mampu menghasilkan 75 MW.


Ada 10 Wilayah yang Simpan Cadangan Migas Skala Besar, Mana Saja?

Selain itu, fokus pemerintah untuk membangun banyak bendungan di luar Pulau Jawa, tercatat 65 bendungan telah dibangun selama empat tahun, tak hanya efektif untuk membantu irigasi. Bendungan-bendungan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi PLTA.

“Harus diakui, Jokowi melakukan langkah cepat dalam mengembangkan energi terbarukan. PLTB Sidrap menjadi contoh kongkret bahwa pemerintahan Jokowi sudah melakukan sesuatu yang besar terkait penyediaan energi sebanyak 35.000 megawatt. PLTB Sidrap merupakan yang terbesar di Asia Tenggara,” beber Agus Sari, dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/2).

Proyek Kilang Tuban Terkendala Lahan, Pertamina: Sudah Mau Selesai, Tinggal…

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×