logo


Gaet Perum Perindo, KKP Komit Perkuat Sistem Logistik Perikanan

Pemanfaatan cold storage yang produktif akan menjadikan produk perikanan Indonesia lebih berdaya saing baik di pasar domestik maupun pasar international.

16 Februari 2019 15:57 WIB

Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda, bersama Direktur Jenderal PDSPKP KKP,  Rifky E Hardijanto
Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda, bersama Direktur Jenderal PDSPKP KKP, Rifky E Hardijanto ist

Seperti diketahui, dengan ditandanginya kerjasama ini. maka Perum Perindo akan memanfaatkan cold storage di 3 lokasi, yakni cold storage kapasitas 50 ton di PPN Prigi, cold storage kapasitas 400 ton di PPN Brondong, dan cold storage kapasitas 100 ton di PPN Ternate.

Pemanfaatan cold storage ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 5 Tahun 2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN), yang merupakan upaya Pemerintah mengatur dan menata logistik hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, operasionalisasi SLIN di pusat produksi dan/atau pusat pengumpulan serta pusat distribusi dijalankan oleh operator utama dan operator pendukung, yang berfungsi melakukan pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran produk perikanan. Tugas Operator Utama dijalankan oleh BUMN sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.


Susi Tebar Ratusan Ribu Benih Ikan di Danau Kerinci

Penugasan BUMN di bidang perikanan yakni sebagai Operator Utama SLIN akan menggunakan beberapa fasilitas antara lain, cold storage dan peralatan pendukungnya, seperti kendaraan bermotor berpendingin dan tidak berpendingin.

Dalam hal ini, KKP cq. Ditjen PDSPKP sebagai penyedia sarana dan prasarana harus melakukan kerjasama pemanfaatan dengan Operator Utama SLIN yang tertuang dalam perjanjian sewa.

KKP Jalin Koordinasi dengan Stakeholder Penerbangan, Tujuannya Ini

Halaman: 
Penulis : Riana