logo


Naik dari Target Tahun Lalu, DMO Batubara 2019 Dipatok Segini...

Batubara dalam negeri diserap mayoritas oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

14 Februari 2019 09:01 WIB

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara IST

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mematok target volume Domestic Market Obligation (DMO) batubara sebesar 128 juta ton untuk tahun ini. Jumlah tersebut naik dari target tahun lalu sebesar 121 juta ton.

Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, mengatakan, peningkatan DMO batubara sejalan dengan peningkatan jumlah produksi yang ditargetkan 490 juta ton, naik 5 juta ton dibanding target pada tahun lalu sebesar 485 juta ton.

“DMO tahun ini 128 juta ton,” kata Agung, di Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (13/2).


Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg di Garut Aman

Agung menuturkan, batubara dalam negeri diserap mayoritas oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Tahun ini, alokasi untuk pembangkit listrik atau PLTU mencapai 95,7 juta ton. Sementara, sisanya diserap oleh industri lain seperti semen, pupuk maupun tekstil dan beriket.

"Pelaku usaha wajib mengalokasikan 25% produksinya untuk DMO," tuturnya.

Asal tahu saja, proyeksi DMO 2019 sebenarnya masih jauh diatas realisasi 2018 atau sebesar 11%. Pada 2018, target ditetapkan 121 juta ton, namun realisasinya hanya 115,29 juta ton.

Dan, tercatat sebanyak 34 perusahaan yang belum memenuhi DMO. Adapun rinciannya untuk pembangkit listrik 91,14 juta ton, metalurgi 1,75 juta ton, semen, tekstil, pupuk dan kertas sebesar 22,18 juta ton. Selain itu, untuk briket sebesar 0,01 juta.

Sebut Penurunan Harga BBM Pencitraan, Gerindra: Seakan-akan Turun Padahal Itu…

Halaman: 
Penulis : Riana