logo


Akhirnya, Freeport Ajukan Izin Ekspor Konsentrat ke KESDM

KESDM saat ini tengah mengevaluasi pengajuan ‎perpanjangan izin ekspor konsentrat, termasuk volume konsentrat yang akan diekspor dalaam satu tahun ke depan

13 Februari 2019 16:52 WIB

Wilayah area pengolahan mineral tambang Erstberg PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura.
Wilayah area pengolahan mineral tambang Erstberg PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, mengatakan, PT Freeport Indonesia dan P‎T Amman Mineral Nusa T‎enggara (AMNT) telah mengajukan perpanjangan ekspor konsentrat.

Diketahui, izin ekspor konsentrat Freeport akan habis pada 15 Februari 2019, sedangkan izin ekspor Amman Mineral Nusa Tenggara akan habis pada 21 Februari 2019‎.

"Itu sudah mengajukan,‎ dua-duanya sudah mengajukan," kata Bambang, di Jakarta, Rabu (13/2).


Akuisisi Saham Vale, Kementerian BUMN Sebut Berpeluang Dilakukan oleh...

Bambang melanjutkan, saat ini, pihaknya tengah mengevaluasi pengajuan ‎perpanjangan izin ekspor konsentrat, termasuk volume konsentrat yang akan diekspor dalaam satu tahun ke depan.

"Ya belum keluar, ini baru dievaluasi. Mau di-submit‎," tutur Bambang, dikutip dari liputan6.com.

Sebelumnya, Direktur Mineral Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak, membenarkan bahwa izin ekspor PTFI akan habis pada Februari 2019. Kementerian ESDM pun akan memberikan rekomendasi ekspor yang baru dengan beberapa pertimbangan.

Diantaranya, terkait cadangan, rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), serta kapasitas smelter.

"Tentunya kembali lagi saya secara umum saja, memang yang disampaikan Pak Dirjen rekomendasi SPE (surat persetujuan ekspor) itu keluar berdasarkan pertimbangan cadangan, base on RKAB yang diajukan, ketiga saya berdasarkan kapasitas produksi smelter itu sendiri," papar Yunus, belum lama ini.

 

Investasi Jargas 2019, PGN Harus Rogoh Kocek Segini!

Halaman: 
Penulis : Riana