logo


Susi Tebar Ratusan Ribu Benih Ikan di Danau Kerinci

Susi berpesan, sumberdaya perikanan yang luar biasa ini jangan dikelola dengan tidak terkontrol

13 Februari 2019 09:14 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melakukan restocking 123 ribu ekor benih ikan spesifik lokal di Danau Kerinci, Jambi, Senin (11/2)
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melakukan restocking 123 ribu ekor benih ikan spesifik lokal di Danau Kerinci, Jambi, Senin (11/2) ist

KERINCI, JITUNEWS.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melakukan restocking 123 ribu ekor benih ikan spesifik lokal di Danau Kerinci, Jambi, Senin (11/2) lalu.

Ikan yang dimaksud, yakni 100 ribu ekor benih ikan Nilem, 20 ribu ekor benih ikan Jelawat dan 3 ribu ekor benih ikan Semah.

Ikan Semah dan Nilem atau ikan Medik dalam bahasa Kerinci, merupakan jenis ikan asli Danau Kerinci maupun anak sungai danau tersebut, sedangkan Jelawat merupakan jenis ikan asli Indonesia yang banyak ditemukan di perairan umum daratan di pulau Kalimantan maupun Sumatera termasuk Jambi.


Waduh, Menkeu Sri Mulyani Ngambek ke Menteri Susi, "Tolonglah Buaya Jangan Dikadalin"

Di hadapan sekitar 1.000 orang, baik dari Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, nelayan dan pembudidaya ikan maupun anak sekolah yang hadir, Susi mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian sumberdaya perairan.

“Saya berpesan, sumberdaya perikanan yang luar biasa ini jangan dikelola dengan tidak terkontrol,”ungkap Susi.

“Memanfaatkan danau harus sesuai dengan daya dukungnya. Jangan sampai berlebihan yang dapat membuat terjadinya penumpukan sisa pakan ikan di perairan, akan menyebabkan naiknya hidrogen sulfida, upwelling, sehingga menimbulkan keracunan, ribuan ton ikan akan mati,” jelasnya.

Oleh karenanya, pinta Susi, agar masyarakat mulai mengembangkan budidaya berbasis kolam dengan memanfaatkan lubuk atau galian yang potensial. Dengan begitu, beban Danau Kerinci dapat dikurangi dari aktivitas budidaya dan dapat difokuskan untuk objek wisata. KKP juga menurutnya siap membantu berupa excavator untuk menyiapkan kolam-kolam tersebut.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan termasuk perairan Danau Kerinci dan sungai dengan tidak membuang sampah plastik, atau sampah yang tidak terurai lainnya. Tidak mencemari danau dengan buangan limbah industri, limbah rumah tangga atau perkantoran.

Untuk menjamin penegakan aturan, ia mendorong agar Pemda segera menerbitkan peraturan daerah yang mengatur tentang penggunaan plastik dan pengelolaan sampahnya.

Ramai Hoax Ikan Makan Potongan Tubuh Korban Tsunami, KKP Angkat Suara

Halaman: 
Penulis : Riana