logo


Jonan Sebut Prognosa Investasi Hilir Migas 2019 Tembus US$ 993,51 Juta

Prognosa investasi hilir migas berdasarkan data proses perizinan hilir migas

13 Februari 2019 08:30 WIB

Ilustrasi, ladang pengeboran migas.
Ilustrasi, ladang pengeboran migas. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Prognosa investasi subsektor hilir migas tahun 2019 mencapai US$ 993,51 juta, terdiri dari investasi bidang pengolahan sebesar US$ 519,25 juta, bidang pengangkutan sebesar US$ 54,97 juta, penyimpanan sebesar US$ 21,68 juta, niaga sebesar US$ 10,11 juta serta pembangunan LNG untuk PLN di 4 kota sebesar US$ 387,5 juta.

Menteri Energi dan Sumber Data Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menjelaskan, prognosa investasi hilir migas berdasarkan data proses perizinan hilir migas.

“Prognosa ini, kami hanya mengumpulkan data proses perizinan yaitu investasi pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, niaga serta pembangunan fasilitas LNG,” kata Jonan, saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, belum lama ini.


Pengamat: Di Era Jokowi Pertamina Sering Ditekan, Ini Pelanggaran

Jonan memaparkan, untuk investasi bidang pengolahan, yakni sebesar US$ 519,25 juta dengan perincian pembangunan kilang minyak baru di Tuban sebesar US$ 105,5 juta, Pertamina Blue Sky Project di Cilacap sebesar US$ 49,5 juta, RDMP IV Cilacap sebesar US$ 117,5 juta, RDMP V Balikpapan US$ 233,5 juta dan RDMP VI Balongan US$ 12,25 juta.

Kemudian, investasi bidang pengangkutan sebesar US$ 54,97 juta, terdiri atas Pipa Transmisi Gresik-Semarang US$ 24,55 juta, Pipa Distribusi Tambak Lorok US$ 2,09 juta, Pipa Distribusi Kendal US$ 0,09 juta, Pipa Distribusi Demak 0,22 juta,Pipa Distribusi BOB Siak US$ 9,92 juta, Pipa Distribusi Kuala Tanjung US$ 7,85 juta, Pipa Transmisi Duri-Dumai US$ 5,37 juta, Pipa Distribusi WNTS- Pemping Pipa Distribusi Purwakarta-Subang US$ 4,88 juta.

Selanjutnya, investasi bidang penyimpanan dengan total US$ 10,11 juta, terdiri dari PT Rahardja Wirasakti Jaya Mandiri (BBM) di Bangka sebesar US$ 5,49 juta, PT Pertamina Patra Niaga, (LPG Depot) di Lombok sebesar US$ 15,41 juta dan PT Ghony Persada (LPG SPBE) di Brebes sebesar US$ 0,78 juta.

Lalu, investasi bidang niaga dengan total US$ 10,11 juta dengan perincian:

  • Niaga BBM di Jakarta yaitu PT Petro Energy, PT Walinusa Energi, PT Masinton Dirgantara Petroindo Raya, PT Masinton Abadi Sentosa dan PT Bayu Energi sebesar US$ 4,33 juta.
  • Niaga BBM di Batam yaitu PT Mitra Andalan Batam sebesar US$ 1,39 juta.
    Niaga BBM di Palu Donggala yaitu Sulawesi Bunker Terminal sebesar US$ 1,83 juta.
  • Niaga Gas Bumi di Jakarta yaitu PT Pertagas Niaga, PT Pertamina Gas, PT Rabana Gasindo Makmur sebesar US$ 0,89 juta.
  • Niaga CNG di Jakarta yaitu PT Delta Prima Gas sebesar US$ US$ 0,02 juta.
  • Niaga CNG di Bandung yaitu PT Migas Hilir Jabar sebesar US$ 1,38 juta.
  • Niaga LPG di Bantul yaitu PT Bintang Buana Energi sebesar US$ 0,27 juta.
  • Dan terakhir, investasi pembangunan fasilitas LNG untuk PLN di 4 kota sebesar US$ 387,5 juta yaitu Krueng Raya, Nias sebesar US$ 37,5 juta, MPP NTT sebesar US$ 150 juta dan Nabire, NTT sebesar US$ 200 juta.

“Sekarang ini sedang dalam tahap lelang,” tuntas Jonan.

Polemik Harga Avtur, Sri Mulyani Janji Akan…

Halaman: 
Penulis : Riana