logo


Jusuf Kalla Tolak Ahok Jika Ingin Gabung TKN Jokowi-Ma'ruf, "Bisa Mengurangi Suara Lagi"

"Bisa berakibat lagi orang mengingat ini Pak Jokowi didukung orang yang penista agama, kan bahaya itu"

12 Februari 2019 20:50 WIB

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke PDIP bukan berarti ia bergabung ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Hal ini lantaran, ketika Ahok ingin bergabung ke TKN Jokowi-Ma'ruf pasti akan ditolak oleh Ketua Dewan Pengarah Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla.

Baca Juga: Fadli Zon Sindir Jokowi, "Baru Kali Ini Presiden Seperti Ini, Sebuah Tragedi"


Jusuf Kalla Komentari Propaganda Rusia, "Namanya Kampanye Memang Propaganda"

Soal Sandiwara Uno, Fadli Zon Bilang "Siapa yang Sandiwara Pakai Naik Motor Trail di Asian Games"

Sebab, Ahok masih identik dengan kasus penistaan agama. Meskipun Ahok telah bebas dari hukuman tersebut. Sehingga dikhawatirkan akan mengurangi suara Jokowi.

"Alasannya seperti tadi bahwa bisa berakibat lagi orang mengingat ini Pak Jokowi didukung orang yang penista agama, kan bahaya itu, bisa mengurangi suara lagi," jelas JK yang Jitunews kutip dari tribunnews.com (12/2).

JK justru menyarankan Ahok untuk menikmati masa kebebasannya dari bui penjara.

Jokowi Bertanya Siapa Korban Kriminalisasi Ulama, Netizen: Habib Ahmad Dhani, KH. Slamet, Banyak Pak

"Ya lebih baiklah tenang-tenanglah Pak Ahok, jadi ya jalan-jalan dulu, atau apa," imbuh JK.

Prabowo Sebut Ada Kebocoran Anggaran, Jusuf Kalla Akui Itu, "Pasti Bocor...."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata