logo


Operasi Pasar Bulog Libatkan TNI

Pasalnya, banyak ancaman dari calo dan preman pasar

18 Februari 2015 13:53 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam rangka pengamanan penyaluran beras murah dalam program operasi pasar, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menggandeng pihak TNI dari Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya).

Selain itu, Kodam Jaya juga ditugaskan untuk mencegah pelanggaran serta gangguan dari para calo dan preman. Direktur Utama Perum Bulog, Lenny Sugihat mengungkapkan, langkah ini merupakan tindakan berdasarkan pengalaman. Pasalnya, jika berkaca dari pengalaman sebelumnya, banyak terjadi ancaman dan kendala teknis di lapangan.

"Kami tentu perlu pengamanan dalam melakukan operasi pasar, untuk itu kami bekerjasama dengan Kodam Jaya," ungkap Lenny kepada wartawan, Jakarta, Rabu (18/2).

Untuk operasi pasarnya sendiri, Bulog berencana akan menggelarnya di beberapa wilayah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. "Operasi pasar ini akan dilakukan dua minggu, ke 50 titik pemukiman khusus dan 12 pasar tradisional. Sasarannya langsung ke masyarakat umum," tutup Lenny.

Sementara itu, Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Agus Sutomo mengungkapkan, bahwa pihaknya menjamin akan mengamankan operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog. "Nanti Kodam akan melaksanakan pendampingan pengawasan dalam operasi ini terhadap kemungkinan adanya tantangan, ancaman dari preman maupun calo yang selalu mencari peluang untuk kepentingan pribadi," ungkap Agus.

Tak hanya pengamanan, Kodam Jaya juga akan memberikan bantuan berupa 10 armada truk TNI untuk mengangkut beras-beras Bulog yang akan disalurkan ke pasar.

Buwas Ungkap Kejahatan Bantuan Pangan Non-Tunai

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin,