logo


Tur Citarum, Upaya Selesaikan Sengkarut ala Suharno

Dia akan melakukan tur atau safari Citarum. Bukan hanya untuk melihat persoalan Citarum dari dekat, namun Suharno ingin mendekatkan warga dan ‘mengawini’ Citarum dengan manusia.

12 Februari 2019 10:19 WIB

Tokoh Jawa Barat, Mayjen (Purn) Suharno
Tokoh Jawa Barat, Mayjen (Purn) Suharno Dok. Jitunews.com

BANDUNG, JITUNEWS.COM – Citarum namanya santer dibicarakan hingga dunia, sayang yang diingat soal Citarum kini bukan soal keindahan dan kemanfaatannya menghidupi alam sekitar, namun soal sengkarut limbah, banjir, dan pencemaran airnya. Apa yang salah dengan Citarum? Pasti banyak, dan sebaiknya tak dipersoalkan lagi tapi perlu dicarikan solusinya.

Pemerhati Jawa Barat, Mayjen (Purn) Suharno, yang dikenal vokal soal urusan Citarum punya rencana unik. Dia akan melakukan tur atau safari Citarum. Bukan hanya untuk melihat persoalan Citarum dari dekat, namun Suharno ingin mendekatkan warga dan ‘mengawini’ Citarum dengan manusia. Suharno tidak main-main soal ide ini, iya yakin betul untuk mengentaskan persoalan Citarum perlu dilakukan upaya yang komprehensif dari seluruh pihak, dan yang terpenting adalah kepedulian masyarakat soal Citarum.

Seperti diketahui, Suharno yang merupakan purnawirawan TNI bintang 2 ini juga merupakan ahli pangan, ia menamatkan studi doktoralnya di Universitas Negeri Jakarta. Ia juga mantan aktivis mahasiswa kala menempuh pendidikan S1-nya di Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Teknologi Pangan. Pasca purna tugas sebagai prajurit TNI, Suharno kerap memberikan masukan dan komentar soal kebijakan pangan di Indonesia dan banyak memberikan motivasi kepada para mahasiswa dan siswa di yayasan Adjeng Suharno yang ia kelola.


Revitalisasi Sungai Citarum Tidak Hanya Tugas Pemerintah

Sebanyak 9 etape akan dilalui dalam tur Citarum ini. Tiap Etape bakal dilalui selama kurun waktu 7 hari 7 malam, sehingga untuk menyelesaikan tur Citarum ini akan berlangsung selama 63 hari.

Penting untuk dikabarkan, di tiap menyelesaikan etape nanti, bakal dibentuk lembaga swadaya masyarakat yang bakal fokus melakukan pengawasan dan pengelolaan Kawasan Tetap Penyelesaian Menyeluruh Masalah Citarum. Lembaga tersebut tentunya diharapkan bakal didukung oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan 12 Kabupaten/Kota yang terlewati, serta swasta.

Acara diawali dengan tirakatan di Gunung Wayang. Tirakatan dimaksudkan untuk penguatan rohani dengan melakukan pengajian terus menerus selama 7 malam. Kemudian akan dilanjutkan dengan tur di  etape pertama yang diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari workshop soal lingkungan, hingga kumpul bareng komunitas motor, maupun komunitas peduli lingkungan.

Nantinya, Suharno beserta rombongan akan menyusuri sungai terpanjang di Jabar ini dengan menggunakan motor, mobil, perahu, kuda, atau bahkan jalan kaki, tergantung dengan medan yang dilalui. Saat malam menjelang, tim beserta rombongan akan berkemah di titik-titik yang perlu disinggahi lebih lama, kegiatan malamnya akan diisi oleh muhasabah dan doa bersama.

Selain melakukan doa bersama, Suharno juga akan menyapa masyarakat setempat, mulai dari pedagang di pasar-pasar, petani, buruh, karyawan, dan juga para wiraswasta.

Sebagai titik akhir perjalanan, tim akan mengunjungi Pantai Tanjung Pakis, Karawang, yang menjadi lokasi jatuhnya Lion Air JT 610. “Terakhir kita akan berhenti di Tanjung Pakis, kita bersama mendoakan para korban jatuhnya pesawat Lion Air, sembari kita merenung dan bersyukur atas nikmat hidup yang kita terima hingga saat ini. Semoga masyarakat Jawa Barat semakin jaya,” kata Suharno yang berbincang dengan wartawan Jitunews.com, Selasa (12/2).

Suharno berharap, dengan adanya tur Citarum ini, semua pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat bakal semakin peduli dengan Sungai Citarum. Kata Suharno, siapa lagi yang peduli kalau bukan masyarakat Indonesia.

Catatan Jenderal Suharno Soal Nasib Pilu Citarum

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Aurora Denata