logo


Novel Bamukmin Buka Suara Terkait Ketum PA 212 Jadi Tersangka, "Bawaslu dan Polisi Alat Penguasa"

"Beliau tidak berkampanye. Beliau juga datang sebatas undangan untuk memberikan tausiyah"

11 Februari 2019 21:07 WIB

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Persatuan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin menanggapi terkait status tersangka Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif dengan dugaan pelanggaran kampanye.

Menurut Novel, hal tersebut merupakan bukti nyata kriminalisasi terhadap ulama. Bahkan, dirinya menganggap Bawaslu dan polisi sudah menjadi alat penguasa.

Baca Juga: Luhut ke Jokowi, "Bapak Itu Salah Jurusan, Seharusnya Bapak..."


Ketum PA 212 Tersangka, Fadli: Banyak Pelanggaran Paslon 01 Tidak Ditindaklanjuti

Sandi Berjanji Adanya Beasiswa Kuliah, Netizen Bilang "Mantap, Kalau Masalah Janji, Uno Gak Ada Matinya"

"Bawaslu dan polisi sudah jadi alat penguasa," terang Novel yang Jitunews kutip dari Wartaekonomi.com (11/2).

Novel menegaskan bahwa Slamet tidak berkampanye dan saat ceramah di Solo (13/1) lalu tidak menyinggung Pemilu 2019.

"Beliau tidak berkampanye. Beliau juga datang sebatas undangan untuk memberikan tausiyah," jelas Novel.

Tanggapan Emak-Emak yang Dijanjikan Prabowo Soal Harga Pangan, "Itu Sudah Biasa"

Sebelumnya, Slamet Maarif ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat Pasal 280 ayat 1, Pasal 276 ayat 2, Pasal 521 atau Pasal 4922 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dengan ancaman kurungan maksimal 2 tahun.

Ketua PA 212 Tersangka, Kubu Prabowo: Ini Sudah Mulai Ada Tekanan…

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata