logo


Curhat Nicke, Pertamina Kerap Jadi Sasaran...

Aksi melanggar hukum ini terjadi di Lapangan Pangkalan Susu yang dikelola PT Pertamina EP Asset 1.

6 Februari 2019 14:08 WIB

Dirut Pertamina, Nicke Widyawati
Dirut Pertamina, Nicke Widyawati detikcom/Andhika Prasetia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengungkapkan, wilayah kerja perusahaannya kerap menjadi sasaran pengeboran minyak ilegal (illegal drilling), bahkan ada oknum yang membangun fasilitas pengolahan minyak atau kilang ilegal.

"Langkat contohnya dalam kurun waktu satu tahun ada 49 titik sumur ilegal yang berhasil di tutup dalam 5 tahapan," kata Nicke dalam rapat di Komisi VII DPR, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Nicke, yang dilakukan secara ilegal bukan hanya pengeboran atau di sisi hulu, tetapi juga disisi pengolahan minyak ilegal tersebut yang kemudian diubah menjadi Bahan Bakar Minyak ‎(BBM) melalui kilang ilegal.


Kebut Rasio Elektrifikasi, KESDM Bagikan 98.481 Lampu Tenaga Surya

Aksi melanggar hukum ini terjadi di Lapangan Pangkalan Susu yang dikelola PT Pertamina EP Asset 1.

“Bukan hanya illegal drilling tapi juga illegal refinery,” beber Nicke.

Lebih jauh, dia menginginkan ada penanganan pengeboran sumur minyak dan pengolahan minyak secara ilegal harus dilakukan secara komprehensif, sebab jika yang ditertibkan hanya sisi hulunya saja kegiatan tersebut masih akan tetap dilakukan.

"Ketika satu drilling ada juga satu refinery. Perlu upaya komprehensif dari hulu ke hilir. Kalau cuma hulu nanti warga nggak kapok," ujar dia.

ICP Januari 2019 Merangkak Naik, Pemicunya…

Halaman: 
Penulis : Riana