logo


Menag ke Fadli Zon, "Fadli Zon yang Terhormat, Saya Mohon Tabayyun"

"Pak Fadli Zon Yth, agar mendapatkan kejelasan, saya mohon tabayyun"

5 Februari 2019 16:46 WIB

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan pendapatnya saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/5).
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan pendapatnya saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/5). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Agam Lukman Hakim Saifudin bertanya kepada Fadli Zon terkait puisi 'Doa yang Ditukar'. Menag Lukman mempertanyakan sosok 'kau' dalam puisi tersebut.

"Pak Fadli Zon Yth, agar mendapatkan kejelasan, saya mohon tabayyun (klarifikasi): Apakah yang dimaksud dengann 'kau' dalam puisi tersebut adalah Simbah Kiai Maimoen Zubaer?" ujar Menag Lukman.

Baca Juga: Kubu Prabowo Ingin Belajar dari Jokowi, Netizen Bilang "Jangan Pak Jokowi, Itu Ilmu Buat Kebaikan"


Komentari Puisi Fadli Zon, Kiai Subang: Jangan Kurang Ajar Pada Ulama, Politisi Baru Lahir Kemarin Sore

Gara-gara Minta Prabowo Jangan Campakkan Ratna Sarumpaet, Kubu Jokowi Dituduh Ikut Masuk Rumah Tangga 02,

Sebelumnya, Fadli Zon menuliskan puisi berjudul 'Doa yang Ditukar'. Puisi ini ia tulis setelah Kiai Maimoen Zubaer menyebut nama Prabowo dalam doanya. Padahal ada Jokowi di samping Kiai Maimoen.

Pertanyaan dari Menag ini dijawab oleh para netizen. Seperti pantauan Jitunews di artikel "Menag Tanya Fadli Zon: Apakah Sosok Kau di 'Doa yang Ditukar' Mbah Moen?" di Babe (5/2).

Sutopo, Menurut saya kau itu maksudnya bukan Mbah Kiai Moen, tetapi yang pakai baju hijau, yang narik-narik microphone Mbah. Tetapi, pihak cebong mau goreng biar heboh.

Hidayat Nur Wahid Klarifikasi Soal Jan Ethes, "Itu Tidak Benar, Hoaks"

Wan Eka, Ya Pak Menag, 'kau' dalam puisi Si Zon sontoloyo adalah Kiai Maimun Zubair, biar aja dia kualat.

 

 

Bahas Gelar Jokowi, Fadli Zon: Dari Sekarang Kita Memanggil dengan Sebutan 'Cak Jancuk'...

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata