logo


Genjot Potensi Panas Bumi di Flores, KESDM Dukung Penyediaan Energi Kelola Cadangan Mineral

Pengembangan panas bumi di Flores dapat diintegrasikan dengan sektor hilir

4 Februari 2019 16:19 WIB

Ilustrasi, pipa panas bumi.
Ilustrasi, pipa panas bumi. google

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kepala Badan Litbang Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Sutijastoto, mengatakan, energi panas bumi diharapkan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah timur Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, pengembangan panas bumi di Flores dapat diintegrasikan dengan sektor hilir seperti industri pertambangan, smelter, perikanan, perkebunan dan pariwisata agar potensinya dapat dimaksimalkan. Saat ini, kebutuhan listrik di Pulau Flores mayoritas untuk konsumsi rumah tangga.

“Panas bumi merupakan potensi energi terbesar yang tersedia di wilayah NTT, dengan potensi sebesar 1276 MWe, dan 776 MWe diantaranya ada di Pulau Flores,” kata Sutijastoto, seperti dikutip dari esdm.go.id, Senin (4/2).


Sopir Tangki Demo Minta Jadi Pegawai Tetap, Politisi Golkar: Bakal Ditolak Pertamina

"Diperlukan koordinasi lintas sektor yang lebih optimal guna meningkatkan investasi di Pulau Flores," lanjutnya.

Sutijastoto melanjutkan, dari 12 wilayah prospek panas bumi di Pulau Flores, ada tiga wilayah yang mendapat izin pengelolaan WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi) dari Menteri ESDM, yaitu Ulumbu, Mataloko dan Sokoria dengan total kapasitas terpasang mencapai 12,5 MW.

Badan Litbang ESDM pun, kata dia, telah menggandeng Eastern Indonesia Geothermal Project Consortium, untuk mendalami permasalahan dan solusi pengembangan energi/listrik berbasis panas bumi untuk memudahkan para investor agar segera dapat memanfaatkan potensi yang ada.

Gandeng Inalum, KESDM Kembangkan Coal Tar Pitch

Halaman: 
Penulis : Riana