logo


Vale Tawarkan 20 Persen Saham ke RI, Apa Kata Kementerian BUMN dan ESDM?

Pemerintah berminat untuk memiliki saham tersebut, tapi belum ada BUMN yang ditugaskan untuk bernegosiasi untuk membeli saham

4 Februari 2019 10:06 WIB

Ilustrasi Smelter Bijih Nikel Vale Indonesia TBK INCO
Ilustrasi Smelter Bijih Nikel Vale Indonesia TBK INCO Kontan/Cheppy A. Muchlis

Terpisah, Direktur Pengusahaan dan Pembinaan Mineral, Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak, mengungkapkan, pihaknya telah menerima surat mengenai rencana aksi korporasi pada Desember 2018 lalu. Meski tenggat waktu untuk mulai melakukan divestasi sebenarnya baru jatuh pada Oktober 2019.

"Ini aksi korporasi. Dia (Vale) berkeinginan baik untuk melakukan lebih dulu untuk melakukan divestasi sahamnya sebesar 20 persen," ungkap Yunus, dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (1/2).

Menurut Yunus, karena aksi korporasi, Pemerintah tidak perlu membentuk tim khusus untuk menegosiasikan harga layaknya proses divestasi saham PT Freeport Indonesia. Namun, perseroan perlu melaporkan kepada Pemerintah.


KESDM: Ada 5 Blok Migas Mengubah Kontrak ke Gross Split

"Kami mendukung usaha perusahaan dan saat ini mereka (Vale) tengah intensif menawarkan kepada BUMN," tuntasnya.

Tanggapi Penolakan Pembangunan Kilang di Tuban, Jokowi: Itu untuk…

Halaman: 
Penulis : Riana