logo


Bangun Smelter di Gresik, Freeport Gelontorkan Dana Segini…

Dana tersebut untuk investasi selama 5 tahun, dan sudah termasuk untuk sistem kelistrikan, serta seluruh kebutuhan proyek.

4 Februari 2019 08:45 WIB

Tony Wenas memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/7).
Tony Wenas memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/7). Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan akan segera membangun smelter keduanya di Gresik, Jawa Tengah.

Untuk bisa menyelesaikan smelter yang harus beroperasi pada 2023 ini PTFI merogoh kocek hingga USD 2,6 miliar atau setara Rp 36,4 triliun (kurs Rp 14.000 per USD).

Direktur Utama PTFI, Tony Wenas, mengatakan, peruntukan dana tersebut adalah untuk investasi selama 5 tahun, dan sudah termasuk untuk sistem kelistrikan, serta seluruh kebutuhan proyek.


2019, Holding Pertambangan Bakal Bangun Empat Proyek Hilirisasi Ini

"Itu semua untuk proyek USD 2,6 miliar. Rencana yang kita masukkan itu di Gresik. Itu sudah termasuk untuk sistem kelistrikan dan seluruh kebutuhan proyek," kata Tony, di Jakarta, belum lama ini.

Lebih jauh, Tony menjelaskan, rencana pembangunan fasilitas pengolahan tambang itu sudah diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia pun mengungkapkan, kapasitas smelter tersebut diperkirakan mampu mengolah bahan tambang mencapai 2 juta ton konsentrat per tahun.

"Progresnya memang sesuai dengan rencana yang kita sampaikan ke ESDM," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kapasitas smelter tersebut diperkirakan mampu mengolah bahan tambang mencapai 2 juta ton konsentrat per tahun. Sejauh ini, kata dia, rencana pembangunan smelter itu masih sesuai dengan rencana yang diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tahun Ini, KESDM Targetkan 98.481 KK Diterangi LTSHE

Halaman: 
Penulis : Riana