logo


2019, Holding Pertambangan Bakal Bangun Empat Proyek Hilirisasi Ini

Menurut Budi, proyek itu terdiri dari pembangunan pengolahan bauksit menjadi alumina bersama PT Aneka Tambang Tbk di Kalimantan Barat

3 Februari 2019 20:00 WIB

Budi Gunadi Sadikin.
Budi Gunadi Sadikin. Istimewa

Proyek berikutnya, sambung Budi, adalah pembangunan pengolahan batu bara menjadi gas dan produk turunan lainnya, akan dilakukan PT Bukit Asam Tbk di Riau.

Ia mengatakan, proyek tersebut akan menghasilkan gasifikasi batu bara dimethyl ether (DME), sebagai pengganti bahan baku Liqufied Petroleum Gas (LPG). Sehingga dapat menekan impor bahan baku LPG sebesar 5 juta ton per tahun.

"DME dari lokal dari coal kita bisa kurangi impor. Kurangi CAD dan bantu currency rupiah. LPG coal secara logika lebih murah dari gas," kata dia.


Jonan: Tata Ruang Harus Pertimbangkan Potensi Bencana

Budi melanjutkan, dua proyek hilirisasi berikutnya adalah pembangunan faslitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) tembaga yang akan dilakukan oleh PT Freeport Indonesia, serta penjajakan pengolahan nikel menjadi bahan utama yang dapat digunakan oleh industri baterai.

"High Pressure Acid Leaching, nickel ore bisa stainless steel saja, tapi dalam 5 tahun terakhir nikel bahan baku utama untuk baterai," tuntasnya.

Pertamina Jamin Stok BBM Satu Harga di 125 Wilayah 3T

Halaman: 
Penulis : Riana