logo


Jonan: Tata Ruang Harus Pertimbangkan Potensi Bencana

Jonan meminta, Badan Geologi dapat lebih responsif dan mulai melakukan rezonasi

3 Februari 2019 19:37 WIB

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, bersama Kepala Badan Geologi ESDM, Rudy Suhendar, saat melakukan inspeksi di Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau Desa Pasauran, Kec. Cinangka, Kab. Serang Provinsi Banten, Jumat (28/12).
Menteri ESDM, Ignasius Jonan, bersama Kepala Badan Geologi ESDM, Rudy Suhendar, saat melakukan inspeksi di Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau Desa Pasauran, Kec. Cinangka, Kab. Serang Provinsi Banten, Jumat (28/12). Dok. KESDM

Dikatakan Jonan, tersedianya data dan informasi geologi lingkungan dalam bentuk rekomendasi dapat dijadikan bahan masukan dan sekaligus evaluasi terhadap RTRW Kabupaten/Kota yang sudah ada maupun yang akan disusun, terutama berguna untuk, pertama, memberi gambaran secara garis besar rekomendasi dalam penggunaan lahan ditinjau dari geologi lingkungan dan sebagai bahan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota maupun bagi RTRW Kecamatan.

“Kedua, memberi gambaran mengenai faktor pendukung dan kendala geologi lingkungan bagi pembangunan wilayah dan pengelolaan lingkungan secara keseluruhan,” ujar Jonan.

Diketahui saat ini, Badan Geologi menyediakan pedoman mitigasi empat bencana, yakni gempa bumi, gunung berapi, gerakan tanah (longsor), hingga tsunami. Payung hukumnya adalah Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2011. Selain itu, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang juga mengatur mitigasi bencana dengan penataan kawasan.


Harga BBM Nonsubsidi Bakal Dievaluasi Tiap Bulan, Alasannya?

Tembus Target Produksi Migas 206 MBOEPD, Ini ‘Rahasia’ PHE

Halaman: 
Penulis : Riana