logo


Ramai Hoax Ikan Makan Potongan Tubuh Korban Tsunami, KKP Angkat Suara

Rifky menegaskan bahwa isu ikan laut makan korban tsunami adalah persepsi yang salah.

1 Februari 2019 16:29 WIB

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PDSPKP-KKP), Rifky Effendi Hardijanto, saat melakukan kunjungan ke korban bencana tsunami di Pandeglang, Serang, Banten, Selasa (30/1)
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PDSPKP-KKP), Rifky Effendi Hardijanto, saat melakukan kunjungan ke korban bencana tsunami di Pandeglang, Serang, Banten, Selasa (30/1) ist

SERANG, JITUNEWS.COM – Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PDSPKP-KKP), Rifky Effendi Hardijanto, meminta agar masyarakat yang terdampak bencana tsunami tidak ragu mengkonsumsi ikan, salah satunya korban tsunami di Pandeglang, Serang, Banten.

Menurut Rifky, sejatinya tidak ada yang mau ada bencana apalagi seperti tsunami. Tapi belakangan ini sering kita dengar bersama beberapa wilayah atau daerah di Indonesia terkena dampak bencana tsunami. Bahkan belakangan adanya bencana tsunami ini muncul berita hoax yang menyebutkan ikan makan korban tsunami, makanya itu yang harus diluruskan.

“Itu semua berita bohong, makanya kami (KKP) terus mengedukasi ke masyarakat tidak ada hubungannya antara bencana tsunami dengan makan ikan,” kata Rifky kepada awak media, di Pandeglang, Serang, Banten, Rabu (30/1) kemarin


Keren! 13 Negara Belajar Minapadi di Indonesia

“Sekali lagi itu berita hoax. Kegiatan makan ikan sejatinya kegiatan reguler yang biasa kita lakukan tujuan utamanya untuk mendorong konsumsi ikan nasional. Kita melihat pasca tsunami seperti di Pandeglang ini ada keraguan dari masyarakat untuk mengkonsumsi ikan hasil tangkap nelayan. Hal ini yang ingin kita luruskan, terutama beredarnya hoax-hoax yang tidak bertanggung jawab terkait masalah ikan yang ditangkap oleh nelayan hingga mereka gak bisa jualan. Jadi, saya tegaskan semua kabar itu tidak benar, maka dari itu saya imbau kepada masyarakat jangan khawatir untuk menkonsumsi ikan, dengan makan ikan badan sehat otak cerdas,” sambungnya.

Dengan tegas, Rifky mengatakan bahwa isu ikan laut makan korban tsunami adalah persepsi yang salah. Ia pun berharap, konsumsi makan ikan di Kabupaten Pandeglang bisa terus meningkat tiap tahun yang awalnya hanya 25 kilogram per tahun bisa terus naik.

“Di sini kita hadir untuk menangkis isu, supaya masyarakat yang tadinya berpikir ikan laut itu berbahaya karena ikan laut itu mengkonsumsi korban tsunami, ini adalah sebuah kesalahan persepsi. Karena pada dasarnya ikan itu pemilih dalam hal mencari makan. Tentu kita ingin yang tadinya masyarakat Pandeglang yang konsumsi ikannya hanya 25 kg per tahun menjadi meningkat, yang diperoleh dari ikan hasil tangkap nelayan sendiri yang bisa dikonsumsi di sini. Selain hasil ikan budidaya, kita juga berharap ikan nelayan tangkap bisa membantu mendukung peningkatan konsumsi ikan di sini,” lanjut Rifky.

Investasi di Indonesia, Jepang Bidik Empat Sektor Perikanan Ini

Halaman: 
Penulis : Riana