logo


TNI Telah Berubah...

TNI sudah tidak seperti yang dulu lagi.

1 Februari 2019 03:49 WIB

Prajurit Korps Marinir TNI AL meneriakkan yel-yel pasukan saat mengikuti upacara HUT Korps Marinir ke-72 di lapangan Brigif-2 Marinir, Cilandak, Jakarta, Rabu (15/11).
Prajurit Korps Marinir TNI AL meneriakkan yel-yel pasukan saat mengikuti upacara HUT Korps Marinir ke-72 di lapangan Brigif-2 Marinir, Cilandak, Jakarta, Rabu (15/11). Jitunews/FPC/Ahmad Rajif Sidiq

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebagai ujung tombak pertahanan dan keamanan di Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah banyak berubah.

Saat pertama kali didirikan pada Agustus 1945, namanya adalah Badan Keamanan Rakyat (BKR). Saat itu, anggota BKR masih sedikit dan belum terorganisir dengan baik.

Baca juga: Berdasarkan Catatan Sejarah, Pangkostrad Itu...


Prabowo Sakit Flu Berat, Perhatikan Twitter, FB, dan IG Sang Jenderal!

Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Tanggal inilah yang kelak dijadikan sebagai Hari Tentara Nasional Indonesia. Lalu kapan TNI itu sendiri terbentuk?

Pada tanggal 7 Januari 1946, TKR kembali berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat dan pada 26 Januari 1946, berubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Untuk mempersolid TRI dan menyatukan laskar-laskar lain di luar TRI saat itu, maka Presiden Soekarno pada tanggal 3 Juni 1947 resmi membentuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang lebih terstruktur dan terorganisir.

Sejak saat itu pula, 3 matra TNI dibagi secara jelas yaitu TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU).

Pada masa Orde Baru, gabungan militer di Indonesia disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan terdiri dari TNI AD, AL, AU, dan Polri serta dipimpin oleh Panglima ABRI yang bertanggungjawab kepada Presiden.

Lalu baru pada era pasca reformasi, ABRI dihapuskan dan nama TNI kembali digunakan untuk militer Indonesia. Sedangkan Polri menjadi institusi tersendiri dan terpisah dari militer.

Sejak saat itu pula, TNI baik AD, AL, maupun AU dipimpin oleh seorang jenderal bintang 4 yang disebut Panglima TNI.

Berdasarkan Catatan Sejarah, Pangkostrad Itu...

Halaman: 
Penulis : De Sukmono