logo


DPR Dukung Pembangunan Tol Palindra Sumatera Selatan

Pembangunan tersebut penting untuk mendukung mobilitas sumber daya alam yang sangat kaya di Sumsel.

18 Februari 2015 09:27 WIB

rencana pembangunan toll palindra
rencana pembangunan toll palindra

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pembangunan jalan tol Trans Sumatera mendapatkan dukungan dari Komisi VI DPR RI. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Dodi Reza Alex Nurdin mengatakan, bahwa hal ini merupakan pembangunan infrastruktur prioritas sejak setahun lalu.

Menurut Dodi, proyek Tol Palindra ini hanya membutuhkan dana yang lebih kecil daripada tiga proyek tol trans Sumatera lainnya. “Pembangunan jalan tol ini sudah menjadi prioritas sejak tahun lalu untuk segera dibangun. Dari studi yang dilakukan, tol Palindra paling layak dan tidak ada alasan untuk menunda,” ungkap Dodi kepada wartawan, Jakarta.

Dodi menjelaskan, masih ada 3 proyek lagi selain proyek Palindra, yaitu Tol Trans Sumatera yang meliputi Bakauheni–Terbanggi Besar, Medan–Binjai dan Pekanbaru–Dumai. Menurut Dodi, Tol Palindra sendiri sudah menyelesaikan pembebasan lahan pada akhir Januari lalu.

Dodi juga mengatakan, tol ini dibangun karena tingkat kepadatan lalulintas yang tinggi dan sering terjadi kecelakaan dengan korban jiwa. "Diharapkan, paling lambat akhir April pembangunan konstruksi bisa dimulai," ungkapnya lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komisi VI DPR Achmad Hafisz Tohir. Menurutnya, rencana pembangunan tol Palindra sudah diklarifikasi oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) dan dilakukan pengerjaannya oleh PT Hutama Karya. “Ini menjadi pil penguat untuk menyegerakan, pembangunan tol tersebut,” tandas Hafisz.

Politisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) ini juga mengatakan, tidak ada alasan menunda pengerjaan proyek tersebut. “Jadi pembangunan Tol Palindra paling siap. Tidak ada alasan untuk menunda,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur jalan ini sangat urgen untuk mendukung mobilitas sumber daya alam yang sangat kaya di Sumsel. Seperti diketahui, Sumsel memiliki kekayaan batubara, kelapa sawit, gas alam, dan komoditas lainnya. Bahkan, selain tol, Lili juga mendukung dibangun jalur ganda (double track) kereta api Palembang–Bakauheni.

Hafisz menambahkan, keikutsertaan pihak swasta pun dalam proyek ini sangat minim. Pembangunan tol tersebut perlu penugasan langsung dari pemerintah. Ia pun optimis, jika pemerintah mempunyai komitmen yang tinggi, maka upaya membangun trans Sumatera high way akan segera terwujud.

Dolar AS Tembus Rp 14.000, Ketua DPR Dorong Kemenkeu dan BI Siapkan Langkah Antisipatif

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Vicky Anggriawan
 
×
×