logo


Strategi Jitu PLN Kejar Penjualan Listrik di 2019

Target pertumbuhan penjualan listrik yang dipatok tahun lalu terlalu tinggi, yakni sebesar 7%

30 Januari 2019 09:53 WIB

Warga memeriksa jaringan listrik miliknya di salah satu Rusun di Jakarta, Rabu (5/7).
Warga memeriksa jaringan listrik miliknya di salah satu Rusun di Jakarta, Rabu (5/7). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero), Syofvi Felianty Roekman, mengungkapkan, di 2019, pihaknya menargetkan penjualan listrik lebih baik dari tahun sebelumnya.

Ia mengakui, target pertumbuhan penjualan listrik yang dipatok tahun lalu terlalu tinggi, yakni sebesar 7%. Sementara, realisasi pertumbuhan penjualan listrik PLN dari tahun 2017-2018 hanya mampu menembus angka 5,15%.

“Jika pada tahun 2018 pertumbuhan penjualan sebesar 5,15 persen maka tahun ini kami berharap bisa lebih baik lagi,” papar Syofvi, di Jakarta, Selasa (29/1).


Biar Sektor Migas Tak Defisit Lagi, Begini Saran Menteri Sofyan

Kemudian, Syofvi pun membeberkan, pihaknya mendorong konsumsi dari sejumlah lini, terutama yang berasal dari mobil listrik, kompor induksi, dan juga pabrik pemurnian dan pengolahan mineral (smelter).

"Kita mau dorong mobil listrik, kompor induksi, dan smelter yang banyak di Sulawesi, tahun 2019 baru masuk beberapa. Kita dorongnya ke arah sana," ujar Syofvi.

Sebagai strategi mendorong konsumsi tersebut, PLN pun menyiapkan insentif. Untuk mobil listrik, misalnya, PLN akan memberikan diskon tarif listrik pada waktu tertentu dan tengah mengkaji diskon untuk penambahan daya.

"Kalau punya mobil listrik, mungkin tambah daya 2.200 VA. Kita pikirkan apakah full diskon atau 50%. Kalau isi daya jam 22.00-04.00 pagi, kita kasih diskon, sedang dihitung sama tim kami," bebernya..

Tak hanya itu, BUMN setrum pelat merah ini pun mengandalkan banyak smelter di berbagai wilayah, seperti Sulawesi misalnya.

“Untuk konsumsi dari smelter, kita mengandalkan masukan dari wilayah Sulawesi. Nggak hafal detailnya (smelter), tapi di Morowali dan Kolaka. Adapun, kebutuhan listrik untuk satu unit pabrik smelter diperkirakan bisa mencapai 200-300 MW,” ungkapnya.

2019, KESDM Alokasikan Biodiesel Segini…

Halaman: 
Penulis : Riana