logo


Huawei Dituduh Menipu Bank dan Curi Teknologi T-Mobile oleh Amerika

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menuduh Huawei atas kasus penipuan.

29 Januari 2019 15:16 WIB

Logo Huawei
Logo Huawei Shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menuduh Huawei atas kasus penipuan. Menurut jaksa penuntut, Huawei menyesatkan hubungannya dengan afiliasi Iran.

Dilansir dari Reuters melalui Tek.id (29/1), Huawei dan CFO-nya berkonspirasi melanggar sanksi AS dengan melakukan bisnis bersama reheran melalui anak perusahaan yang disembunyikan. Hal tersebut memungkinkan Huawei melanjutkan urusan dengan bank dan pejabat terkait, meski sanksi AS sudah diterapkan.

Departemen AS itu juga menuduh Huawei melanggar hukum. Perusahaan asal China itu dituduh mencuri kekayaan intelektual milik T-Mobile. Jaksa penuntut menyebutkan, Huawei melanggar perjanjian rahasa dengan T-Mobile dengan mencuri informasi.


Mengisi Daya Smartphone Butuh Waktu Lama? Inilah Penyebabnya!

Tak hanya itu, Huawei bahkan disebut mencuri teknologi robotik yang digunakan untuk menguji smartphone. Namun Huawei mengatakan telah menyelesaikan masalah itu pada 2017.

Sayangnya, Huawei belum memberikan tanggapan atas pengumuman dakwaan Departemen Kehakiman AS.

Menurut dakwaan, selama pertemuan itu, CFO Huawei menggunakan presentasi PowerPoint yang keliru menggambarkan operasi Huawei di Iran dan kepemilikan Skycom.

Padahal, jika bank mengetahui yang sebenarnya, mereka akan mengevaluasi kembali hubungan perbankan mereka dengan Huawei. Kendati demikian, Departemen Kehakiman mengonfirmasi HSBC tidak sedang diselidiki dalam kasus Huawei ini.

Rilis Bulan Februari, Apakah Redmi X akan Segahar iPhone X?

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu