logo


Bukan Melulu Lapar, Bunyi Keroncongan pada Perut Patut Diwaspadai

Bila disertai dengan gejala lain, seperti kembung, demam, mual, hingga nyeri di ulu hati, bunyi dari perut bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu

28 Januari 2019 20:29 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bunyi keroncongan yang muncul dari perut menurut sebagian orang merupakan tanda kelaparan. Sebetulnya bunyi keroncongan ini normal dan wajar, tapi jika terlalu sering dan keras kalian patut waspada.

Bunyi keroncongan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu normal, hiperaktif, dan hipoaktif. Hiperaktif terjadi saat suara usus meningkat dan pada beberapa kasus dapat terdengar tanpa stetoskop, tanda usus bekerja aktif.

Baca Juga: Sandiaga Akan Pertimbangkan Menteri Agama dari NU, Netizen Bilang "Rizieq Shihab Aja, Seantero Dunia Dukung"


Cukup Makan Makanan Ini, Lemak di Perut Jadi Luntur!

Heboh Jan Ethes Dikatakan Terlibat dalam Kampanye, Sudjwo Tedjo: Lelaki Manapun Pasti Sayang Cucu

Sementara hipoaktif terjadi saat suara usus berkurang, tanda aktivitas usus melambat, seperti yang Jitunews kutip dari OkayDoc.com (28/1).

Kejadian hiperaktif (seperti setelah makan dan diare) ataupun hipoaktif (seperti saat tidur dan sembelit) yang terjadi kadang-kadang masih tergolong normal.

Namun, bila terlalu sering apalagi disertai dengan gejala lain, seperti kembung, demam, mual, hingga nyeri di ulu hati, bunyi dari perut bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu.

Hashim Akan Menjadi Penjamin Prabowo, Netizen Bilang "Penjamin? Patung Zaman Syailendra Aja, Dibawa Kabur"

Terhambatnya pergerakan usus, hernia, dan tumor dapat menjadi penyebab muncul suara tersebut. Kurangnya pasokan darah ke usus akibat penyumbatan pembuluh darah.

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh menggumpalnya darah di pembuluh. Infeksi pada saluran pencernaan juga dapat menyebabkan kondisi tersebut.

Awas, Jangan Makan Semangka dalam Waktu Ini, Berbahaya!

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata
 
×
×