logo


Siap Hadapi Industri 4.0, Menperin Siapkan 10 Program Prioritas Indonesia

Menteri Airlangga berharap industri manufaktur 4.0 memberikan kontribusi bersih sebesar 10 persen terhadap angka ekspor nasional

25 Januari 2019 09:32 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Indonesia Pavilion, Jumat (24/1)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Indonesia Pavilion, Jumat (24/1) Dok. Kementerian Perindustrian

DAVOS, JITUNEWS.COM - Bertempat di Pavilion Indonesia (24/1), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbagi tentang 10 agenda prioritas nasional yang disiapkan untuk menghadapi industri 4.0 di Indonesia. Upaya untuk menghidupkan kembali sektor produksi manufaktur Indonesia ini diyakini mampu memberikan nafas baru di bidang ekspor hasil industri manufaktur. Pembahasan dilakukan santai sembari ngopi bersama.

Menteri Airlangga berharap industri manufaktur 4.0 memberikan kontribusi bersih sebesar 10 persen terhadap angka ekspor nasional, menghemat biaya produksi yang berimbas pada peningkatan hasil produksi, dan juga mampu membiayai pengembangan inovasi dan kemampuan setempat. Upaya ini dilakukan untuk mencapai target industri manufaktur 4.0 sebagai salah satu penghasil devisa utama negara di tahun 2030.

Terdapat 5 sektor yang ditargetkan menjadi percontohan implementasi untuk industri 4.0 di Indonesia, diantaranya adalah industri manufaktur makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian jadi, industri otomotif, industri elektronik, dan industri kimia.


Tidak Bisa Respons Perubahan, Jokowi: Sangat Berbahaya!

Untuk sektor industri manufaktur, Indonesia sendiri telah menetapkan 10 prioritas nasional menuju Indonesia 4.0. Kesepuluh prioritas tersebut adalah mereformasi sumber material demi meningkatkan penggunaan bahan dasar domestik, menata ulang zona industri, membuka kesempatan yang lebih banyak, memberdayakan UKM, membangun infrastuktur digital nasional, mengajak investor asing untuk masuk ke Indonesia, meningkatkan kapasitas SDM, membangun ekosistem inovasi, insentif dalam investasi teknologi, dan mengoptimalisasi peraturan dan kebijakan.

Di tahun 2019 ini, Kementerian Perindustrian juga akan meluncurkan Indonesia Industry Readiness Index (INDI 4.0) dan menguatkan pendampingan dan training para pelaku industri di berbagai level.

Peningkatan kapasitas SDM juga dilakukan dengan memperkuat penguasaan teknologi, melalui peningkatan akses pendidikan salah satunya melalui pendidikan vokasi. Targetnya adalah mencapai 1 juta tenaga kerja bersertifikat di 2020.

Pengamat: Menang Tidaknya Golkar Tergantung Airlangga Hartarto

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata