logo


PSI Curhat, "Berpolitik di Indonesia Memang Berat..."

PSI merupakan salah satu parpol baru peserta Pemilu 2019.

24 Januari 2019 19:01 WIB

Istimewa

“PSI terus maju, sekali layar terkembang surut kita berpantang!” tegasnya.

Apalagi, PSI dipercaya sebagai salah satu ujung tombak TKN Jokowi-Ma'ruf untuk menggaet pemilih milenial.

Baca juga: Akhirnya Bebas, BTP Ditawari 4 Posisi Penting Ini! Salah Satunya Ketua...


Megawati: Bukan Mau Menyombongkan Diri, Saya…

“PSI akan terus menggerakkan kader dan calegnya untuk gerilya blusukan tanpa politik uang untuk memenangkan Pak Jokowi-Amin sekaligus memastikan adanya wakil-wakil PSI di parlemen Senayan atau daerah," jelasnya.

Rian pun sekaligus memberikan masukan terkait UU Pemilu dan hubungannya dengan partai politik saat ini.

“Kami menyayangkan majelis hakim MK yang juga tetap membiarkan pasal karet citra diri tetap ada di UU Pemilu, dan melepaskan hal itu pada penegak hukum. Bahkan sampai hari antara Bawaslu daerah dan RI saja masih ada beda pandangan. Seandainya saja Majelis Hakim bisa lebih progresif. Tapi itulah putusan hakim. Kami tetap respek dan menghargai,” tambah Rian.

“Namun dengan keadaan sekarang, sesudah masa kampanye lewat, pasal karet ini terus akan hidup. Partai pun akan ragu bergerak karena takut dipidana, tanpa batasan citra diri yang jelas," pungkasnya.

Kata Hasto Soal Kabar Nikah dan Gabungnya Ahok ke PDIP

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan, De Sukmono